SLEMAN – Selamat. Polda DIJ hebat. Polda DIJ resmi menyandang predikat polda tipe A sejak Jumat (7/12). Peningkatan tipologi tersebut menuntut jajaran kepolisian di Jogjakarta meningkatkan kinerja.

Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian wanti-wanti Polda DIJ untuk selalu menjaga komitmen. Komitmen harus dijaga lebih kuat mengingat saat ini tipologi telah meningkat jadi polda tipe A.

”Artinya, bukan hanya sekadar gelar. Namun, juga peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Kapolri saat peresmian peningkatan tipologi Polda DIJ dari tipe B ke A di Mapolda DIJ Jumat (7/12).

Komitmen tersebut akan memengaruhi status Polda DIJ di madsa depan. Sebab, bukan tidak mungkin tipologi akan berubah.

Tipologi bisa saja turun lagi menjadi tipe B. Terlebih, jika pelayanan masyarakat, manajemen internal, dan kinerja tidak sebanding.

Terkait hal itu, Kapolri punya pesan khusus. Dia meminta agar seluruh personel Polda DIJ menjaga dan mempertahankan tipologi saat ini. ”Ada kisi-kisi yang perlu dipenuhi. Karena, kalau tidak maka tipe bisa turun lagi jadi polda tipe B. Ingat, tipologi ini bukan hanya peran kepolisian semata. Polisi itu adalah aset bangsa, sehingga wajib sinergi khususnya dengan masyarakat,” pesannya saat peresmian di Mapolda DIJ, Jumat pagi (7/12).

Menurut Kapolri, ada beragam pertimbangan yang menjadi indikator peningkatan tipologi polda. Mulai meningkatnya sarana prasarana publik hingga dinamika masyarakat.

Jogjakarta, lanjutnya, memiliki kondisi yang sangat istimewa. Meski secara kewilayahan tergolong kecil, dinamikanya tergolong tinggi.

Jenderal polisi bintang empat ini memandang Jogjakarta tidak hanya sekadar Kota Pelajar. Seiring bergulirnya waktu, predikat metropolitian atau bahkan megapolitan bisa disematkan. Terlebih, tidak lama lagi Jogjakarta akan memiliki bandara udara (bandara) berstatus internasional. Bandara itu adalah New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo.

”Ada bandara baru, tentu akan menjadikan Jogjakarta sebagai kota rujukan internasional. Potensi wisata tidak hanya oleh wisatawan local, namun juga internasional. Jadi, personelnya wajib bekerja lebih ekstra saat tipologi sudah meningkat,” ujarnya.

Kapolri juga punya pesan khusus yang ditujukan kepada Kapolda DIJ Brigjen Ahmad Dofiri. Kapolri mendorong agar Kapolda DIJ segera menata jajaran internal.

Selain itu, Polda DIJ menjalin kerja sama dengan Mabes Polri dalam berbagai aspek. Kerja sama dapat diawali dengan membuat cetak biru kinerja dan program.

Cetak biru merupakan gambaran perencaan berkala. Salah satu contohnya yakni perencanaan jangka pendek triwulan. Kerja sama juga bisa mencakup perencanaan jangka panjang yaitu tahunan. Tujuannya agar kinerja kepolisian tertata dan sesuai dengan dinamika masyarakat.

Kapolri juga mendorong Kapolda DIJ dan jajarannya segera menggandeng stakeholder di Mabes Polri. Jemput bola wajib diterapkan oleh seluruh jajaran. Komunikasi secara vertikal antara jajaran Polda DIJ dengan Mabes Polri mesti dilaksanakan.

”Wajib jemput bola, proaktif melakukan peningkatan sesuai standar polda tipe A. Bidang asrena untuk anggaran dan perencanaan, asisten SDM untuk peningkatan kualitas maupun kuantitas personel, asisten logistik untuk sarana prasarana dan semua satker lainnya,” katanya. (dwi/amd/fn)