SLEMAN – Hacklab.Rocks! dan Nakka bekerja sama untuk emperkenalkan blockchain sebagai teknologi masa depan. Blockchain ini dinilai mampu menjadi alat untuk membantu masyarakat akar rumput.

Mereka bekerja sama dengan Indonesia Blockchain Society serta beberapa stake holders lainnya menggelar konferensi internasional Blockchain Cryptocurrency Talk & Networking (BCTN) dengan tajuk Blockchain for Grassroots, Jumat (7/12). Acara yang berlangsung di Sahid Jaya Hotel & Convention ini dihadiri sekitar 550 peserta.

”Blockchain sendiri merupakan penemuan teknologi paling penting di akhir abad ini selain listrik dan internet. Blockchain ini punya sebuah sistem mengawasi diri sendiri tanpa regulator. Fungsinya bisa digunakan dalam pengawasan pengiriman logistik, digunakan oleh petani untuk ngetrack lahan mereka,” ujar CEO Hacklab.Rocks! Indra Hariadi kepada awak media di sela acara.

Indra mengatakan, bisa dikatakan blockchain adalah sistem pencatatan atau database yang tersebar luas di jaringan, atau disebut juga dengan istilah distributed ledger.

Indra mengungkapkan, Jogja dipilih sebagai tempat berlangsung kegiatan yang baru pertama kali digelar ini karena dirinya menilai di kota Jogja banyak sekali mahasiswa yang bisa belajar dan menjadi talent pemanfaatan blockchain ini.

”Kenyataannya di Indonesia masih krisis talent blockchain padahal ini lompatan teknologi terbaru yang penting untuk masyarakat Indonesia. Sebelum penggunaannya dilempar ke publik, masyarakat harus aware dulu soal blockchain ini,” jelas Indra.

Sementara salah satu pembicara dari Nakka Singapore, Ariel Thng menyampaikan, teknologi ini dinilai canggih. Sejumlah perusahaan blackchain pun sudah lahir di Singapura. Teknologi ini sangat secure dan tidak bisa di ubah dari pihak manapun.

”Teknologi yang berguna, bisa diterapkan di masyarakat sesuai isu sosialnya. Sayangnya memang belum banyak talent. Lewat konferensi internasional ini kami ajarkan mengenai teknologi ini. Sangat berpotensi menurut saya jika diterapkan di Indonesia,” paparnya. (ita/ila)