GUNUNGKIDUL – Satu lagi kabupaten di DIJ yang segera memiliki taman budaya. Kabupaten Gunungkidul bakal menyusul Kabupaten Kulonprogo yang lebih dulu mempunyai bangunan khusus tersebut. Letaknya di Desa Payaman, Wonosari. Persisnya di sebelah utara Bundaran Siyono. Proyek yang dibiayai dana keistimewaan (danais) itu disebut-sebut menelan anggaran puluhan miliar.

Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul Agus Kamtono mengatakan, pembangunan taman budaya bertahap. Dimulai pada 2017 dengan pembebasan lahan. Anggaran yang digelontorkan saat itu Rp 15 miliar. Tahap kedua berupa pembangunan fisik dimulai tahun ini. Menelan anggaran Rp 51 miliar.

”Targetnya, pada 2020 sudah memasuki tahap finishing,” jelas Agus di kantornya Jumat (7/12).

Yang berbeda, ide pembangunan taman budaya ini tidak melulu untuk kepentingan kebudayaan. Melainkan fenomena banyaknya wisatawan yang keleleran di berbagai tempat ibadah, sehingga menganggu kenyamanan umat. Dari itu, taman budaya juga dikonsep sebagai shelter bagi wisatawan.

Konsep detailnya, Agus memaparkan, taman budaya berlantai tiga. Lantai dasar di antaranya digunakan sebagai tempat pameran dan seni rupa. Lalu, lantai dua dan tiga digunakan sebagai tempat pertunjukan kesenian. Bedanya, lantai atas khusus untuk tamu VIP. Sementara lantai dua untuk tamu umum.

”Selain sebagai tempat singgah, gedung tersebut juga menjadi ajang atraksi seniman untuk menghibur wisatawan,” ucapnya.

Menurutnya, taman budaya yang berdiri di atas lahan seluas lebih dari dua hektare itu juga dilengkapi dengan rumah joglo. Rencananya, rumah joglo ini digunakan untuk fasilitas atraksi kesenian tradisional, seperti reog dan jathilan.
”Lalu, sebelah selatan ada bangunan tempat parkir dan kios, sementara sisi utara untuk masjid,” lanjutnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul Sri Hartanto menambahkan, total danais yang dikucurkan untuk Kabupaten Gunungkidul pada 2018 Rp 35,5 miliar. Itu disalurkan melalui tiga organisasi perangkat daerah (OPD). Yakni, dinas pekerjaan umum, perumahan rakyat dan kawasan permukiman, dinas kebudayaan (disbud), dan dinas pertanahan dan tata ruang.

”Disbud sendiri mendapat Rp 13,3 miliar,” sebutnya. (gun/zam/fn)