SLEMAN – Kecelakaan fatal terjadi di Jalan Kebon Agung Seyegan Sleman, Jumat pagi (7/12). Dua pengendara Honda Scoopy AB 2591 EX, Risky dan Ananda Rifky meninggal di tempat ditabrak pikap Mitsubishi Colt R 1913 VE.
Sopir mobil tersebut, Nur Irawan, 34, dan penumpang Etika Dwi Novisari, 29, masih dalam perawatan medis. Kejadian tersebut diduga bukan sekadar kecelakaan.

Kepada polisi, sang supir Nur Irawan mengaku berpapasan dengan pelaku di Mlati. Pelaku memukul kaca mobil. Lalu dia putar balik dan mengejar pengendara Scoopy.

Sesampai di Jalan Kebon Agung, dekat Puskemas Seyegan, pikap tersebut menabrak kedua pengendara dari belakang. Pikap juga menabrak rumah warga hingga rusak.

“Kami belum bisa menyimpulkan kejadiannya. Masih olah TKP dulu dan mengumpulkan keterangan. Saat ini pengendara pikap masih dirawat,” ujar Kapolres Sleman AKBP M. Firman Lukmanul Hakim di Mapolda DIJ, Jumat (7/12).

(POLSEK SEYEGAN FOR RADAR JOGJA)

Dia meminta tidak ada perandaian. Apalagi mengabarkan bahwa status sopir tersangka. Jajarannya ingin melihat latar belakang kecelakaan. Tidak mungkin sebuah kendaraan menabrak sebab.

Penanganan oleh Polres Sleman. Berdasarkan keterangan, pemukulan berawal di kawasan Mlati. Lalu kecelakaan terjadi di Seyegan.

“Kami belum bisa memberi gambaran secara detail. Masih menunggu keterangan penyidik. Kami tidak melihat persoalan di ending, tapi di awal. Tidak mungkin ujuk-ujuk (tiba-tiba) menabrak orang hingga tewas,” ujarnya.

Kapolsek Seyegan AKP Masnoto mengatakan pihaknya menerima laporan pukul 02.30. Berdasarkan saksi, kecelakaan terjadi pukul 02.15. Saat mendatangi tempat kejadian perkara, kedua pengendara Scoopy telah meninggal dunia.
Jajarannya meminta keterangan pengemudi pikap. Keterangan sementara, pikap melaju dari arah Mriyan Seyegan menuju Ketingan Mlati. Di tengah perjalanan, tepatnya pertigaan depan Kantor Kecamatan Mlati, pengendara Scoopy memukul kaca depan mobil.

Diduga tidak terima, pikap putar balik dan mengejar Scoopy. Setibanya di Simpang Empat Jalan Kebonagung Seyegan, pengendara Scoopy mengancam sopir. Ancaman berupa: tak pateni kowe.

“Pengakuannya, kaca depan dipukul pakai tongkat doble stick warna silver. Pengemudi bilang tongkat sempat diacungkan ketika mengancam,” jelasnya.
Salah seorang warga yang rumahnya hancur, Parjiyah, 49, mendengar suara keras. Saat keluar rumah, rumah bagian depan hancur. Mistubishi Colt terparkir tidak jauh dari halaman rumahnya.

Dia tidak mengetahui detail kejadian. Karena dirinya tengah tidur. Apalagi waktu kejadian diri hari. Saat kecelakaan terjadi, rumahnya bergetar keras.
“Rasanya seperti ada lindu (gempa), suaranya keras dan rumah bergetar. Saat saya lihat ternyata ditabrak mobil. Sempat tanya pengemudinya, mengejar pengendara motor lalu tabrakan, oleng dan akhirnya menabrak rumah saya,” katanya. (dwi/iwa/fn)