JOGJA – Kompetisi Liga 1 Asosiasi Kota (Aakot) PSSI Jogja mencapai puncak. Penentuan gelar juara bakal mempertemukan pemuncak klasemen PS Gama dan runner-up HW UMY di Stadion Kridosono, Minggu (9/12).

Selama tiga bulan kompetisi bergulir, Gama sukses menjadi pemuncak klasemen dengan nilai 20. Sedangkan HW UMY mengantongi nilai 19 dari sembilan kali pertandingan.

Perbedaan peringkat klasemen tidak banyak menentukan pada hasil laga nanti. Gama maupun HW UMY diprediksi bakal bermain habis-habisan. Mereka sama-sama bertekad merengkuh gelar jawara.

Pelath Gama Lilik Winarno mengaku sudah mengetahui karakteristik lawan. Duel kedua tim, menurutnya, merupakan duel klasik yang kerap terjadi di ajang pertandingan lokal. ”Kami sudah saling bertemu dan saling mengalahkan,” katanya.

Dia menilai HW UMY merupakan tim bagus dengan pressing ketat. Laga nanti akan berlangsung ketat dan menyajikan permainan menarik. ”Tapi kami yakin bisa meraih juara musim ini,” tegasnya.

Kubu HW UMY dipastikan tidak akan diperkuat dua gelandang Jeni Gilang dan Tri Fandi. Kedua eks PSIM Jogja itu absen akibat kartu merah.

Pelatih HW UMY Satmoyo mengaku kehilangan dua pemain tersebut cukup memengaruhi kekuatan tim. Dia sempat berharap ada pemutihan kartu di babak final. ”Tidak ada pemutihan. Kehilangan mereka jelas berpengaruh bagi tim kami,” jelasnya.

Meski begitu, dia cukup yakin dengan skuad yang dimilikinya. Asa untuk mengalahkan Gama bisa terealisasi. Dia yakin anak asuhnya termotivasi untuk bisa menjadi yang terbaik di Liga 1 Askot.

Ketua Bidang Askot PSSI Jogja Cholid Dalyanto mengatakan, pemutihan yang diberlakukan pada laga final hanya akumulasi kartu kuning. Sedangkan hukuman bagi pemain yang menerima kartu merah tetap melekat.
Final nanti tidak akan menerapkan sistem perpanjangan waktu ”Hasil draw 2 x 45 menit, langsung adu penalti,” tegasnya. (bhn/amd/fn)