BANTUL – Modus aksi pembobolan ATM kian beragam. Yang terbaru dengan mengganjal ATM. Seperti yang dilakukan delapan tersangka. Berbeda dengan berbagai praktik yang pernah diungkap kepolisian, modus ini lebih simpel. Tanpa peralatan canggih pula. Cukup dengan modal tusuk gigi.

Kasatreskrim Polres Bantul AKP Rudy Prabowo mengungkapkan, setelah memasang tusuk gigi di lubang ATM, pelaku bakal menunggu korban datang. Sebab, mereka tahu bahwa kartu ATM tidak akan masuk ke mesin. Kemudian, pelaku berpura-pura membantu korban memasukkan ATM.

”Tanpa disadari korban, ATM-nya sudah ditukar dengan milik pelaku,” jelas Rudy di Mapolres Bantul Jumat (7/12).

Guna memuluskan aksinya, korban diminta memasukkan kartu ATM ”baru” itu. Pelaku juga memintanya untuk menekan PIN. Tanpa disadari, pelaku diam-diam menghafalkannya. Dengan begitu, pelaku mengantongi kartu ATM asli berikut PINnya.

”Setelah itu pelaku beraksi,” ujarnya.

Delapan tersangka itu dari tiga kasus. Namun, modus yang digunakan serupa. Menurut Rudy, kasus ”mengganjal ATM” terakhir terjadi Jumat (30/11). Lokasinya di ATM di sebuah toko modern berjejaring di wilayah Sewon. Dua dari empat pelaku berhasil diamankan di Brebes, Jawa Tengah Rabu (5/11). Yaitu, Me, 31, dan As, 23.

”Keduanya berasal dari Lampung,” kata Rudy menyebut dua pelaku lainnya masuk dalam daftar pencarian orang.

Dari hasil pemeriksaan diketahui, komplotan ini tidak hanya menjalankan aksinya di Bantul. Melainkan juga di beberapa daerah. Seperti Cirebon, Pekalongan, dan Solo.

Kedua pelaku yang mendekam di tahanan Mapolres Bantul dijerat dengan Pasal 363 KUHP. Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara.

Me, seorang pelaku mengaku uang yang didapatkan cukup lumayan. Dalam satu kali aksi, dia mendapatkan Rp 700 ribu hingga Rp 2,5 juta.
”Uangnya untuk membayar hutang,” tuturnya. (ega/zam/fn)