BANTUL – Minat baca yang rendah masih menjadi pekerjaan rumah. Salah satu dorongan yang dilakukan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY dengan melakukan roadshow minat baca.

Sekretaris Komisi D DPRD DIY Suwardi mengaku prihatin dengan masih rendahnya minat baca di DIY. Menurut dia roadshow minat baca hadir untuk membangun semangat masyarakat lebih baik. “Tirtomulyo sudah ada perpustakaan desa. Namun tentunya perlu didukung,” katanya Kamis (6/12).

Suwardi meminta pemerintah desa (pemdes) Tirtomulyo harus  turun tangan. Salah satunya ikut serta menghidupi perpustakaan. Selain itu pemdes juga harus membangun daya tarik masyarakat. Agar minat bacanya semakin meningkat. “Apalagi Tirtomulyo sudah kaya budaya seni,” jelasnya.

Berbagai jenis kesenian di Tirtomulyo ini, kata dia, seperti dalang wayang kulit, ketoprak, jatilan, dan karawitan. Suwardi menegaskan kesenian itu bisa jadi aset besar. Ditambah kelompok keseniannya cukup banyak. “Media seni ini kemudian diharapkan bisa menjadi sarana meningkatkan minat baca,” ujarnya.

Kepala BPAD DIJ Monika Nurlastiyani mengatakan masih semangat mengajak masyarakat Bantul membaca. Apalagi jika masyarakat mau mengembangkan perpustakaan. Bisa dimanfaatkan dan dikembangkan lebih baik. “Sasaran audiensinya seluruh kalangan masyarakat,” katanya.

Setiap materi disesuaikan dengan potensi desa. Agar masyarakat mau membaca kemudian mengembangkan potensi desa secara lebih maju. Monika berharap perpustakaan desa Tirtomulyo bisa bermanfaat. Tidak cuma untuk membaca. Tapi juga tempat beraktivitas  masyarakat. “Agar lebih hidup. Pembiasaan kepada masyarakat agar mau membaca,” tegasnya. (ega/pra/fn)