SLEMAN – Nuklir tidak hanya sebatas pembuat bom. Tapi belum banyak masyarakat yang tahu keuntungan pemanfaatan nunklir. Karena itu Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) Yogyakarta menggelar Seminar Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi (ReTII) ke 13 di Auditorium STTNAS Yogyakarta, Sabtu (24/11).

Salah satu tema yang diangkat adalah, ‘Teknologi dan Inovasi Disrupsi Pembentuk Kemandirian Bangsa’. Kegiatan terselenggara atas kerja sama STTNAS dengan CV INC (Iman Nurcahaya), TES (Terminal Elektronika Sekawan), dan Multi Teknik Group.

ReTII ke 13 dibuka ketua STTNAS Dr.Ir. H. Ircham, MT , serta menghadirkan pembicara Dr. Ir. Agus Sumaryanto, M.S.M kepala pusat teknologi bahan bakar nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Kepala Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir BATAN Agus Sumaryanto menuturkan selama ini masyarakat mempercayai nuklir sebatas bahan pembuatan bom sehingga dipandang sangat membahayakan. Padahal, kata dia, dengan memanfaatkan sifat inti atom banyak bidang yang bisa mendapat keuntungan.

“Teknik nuklir bisa diaplikasikan dalam berbagai kegiatan baik energi maupun nonenergi. Untuk energi misalnya untuk listrik dan non-energi untuk pertanian, kesehatan, sampai industri,” ujarnya.

Dengan mengembangkan era disrupsi nuklir serta didukung stakeholder dari berbagai bidang, maka nuklir diyakini dapat menentukan kemandirian bangsa.
Selain itu, bidang pertanian manfaat nuklir bisa untuk pemuliaan tanaman padi sehingga membuat produktivitasnya menjadi meningkat. “Produktivitas padi dari pemanfaatan teknik nuklir bisa meningkat sampai empat ton per hektare,” ungkapnya.

Selain pemulian tanaman teknik nuklir bias digunakan sevagai bahan pengawet makanan dan dibidang kesehatan dipergunakan sebagai radioterapi.

Itu membuat proses pembangunan pembangkit menjadi terkendala. Agus mengatakan calon lokasi PLTN tidak hanya ditinjau dari sisi keselamatan masyarakatnya tetapi juga dari sisi kegempaan.  Dari beberapa lokasi yang sudah diteliti, Bangka Belitung menjadi salah satu lokasi yang aman. “Bangka Belitung paling safe,” katanya. (sce/a1/pra/fn)