JOGJA – Akademi Kesejahteraan Sosial (AKS) AKK Jogjakarta menggelar seminar internasional tema Developing Vocational Education Training Toward The Professional Edupreneurship for Facing Industrial Revolution 4.0. Seminar berlangsung di Kampus AKS-AKK Jl. Nitikan Baru No.69 Jogja, Rabu (5/11). Seminar ini merupakan bentuk kerja sama AKS-AKK dengan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI)  Malaysia.

Pembicara dalam seminar ini adalah Deputy Dean (Research And Inovation) UPSI Assoc Prof Dr Mohammed Nor Azhari bin Azman, Departemen Engineering Technology  Faculty of Technical and Vocational UPSI Dr Arman Shah Abdullah, dan Kaprodi Magister Pendidikan Guru Vokasi UAD Dr. Tri Kuat, M.Pd. Seminar dimoderatori Nur Wahyuni S.Pd., M.Pd.

Rangkaian acara dibuka dengan tari selamat datang Merti Dusun yang dibawakan Alvira Maulidina Khasanah. Kemudian dilanjutkan sambutan dari Ketua Yayasan Samudra Insan Cendekia (YSIC) Cabang Yogyakarta Drs. Sunarto Sulaiman, dan diakhiri penyerahan kenang-kenangan oleh Direktur AKS-AKK Dra Prihatin Saraswati MA kepada pembicara.

Prihatin Saraswati mengatakan, poin acuan dalam seminar ini adalah pengembangan kurikulum terkait vokasi dan edupreneurship kepada mahasiswa program studi Tata Boga, Tata Busana, dan Tata Rias. Ini bukan kali pertama, sebelumnya AKS-AKK juga menggelar seminar dengan narasumber dari Singapura beberapa minggu sebelumnya.

Ia mengharapkan dengan terlaksananya seminar bisa menyatukan pikiran civitas akademika AKS-AKK dalam pengembangan vokasi dan edupreneurship di lingkungan kampus. Selain itu dapat mengubah pola pikir mahasiswa agar ke depan bisa memanajemen dirinya untuk berwirausaha ataupun memiliki pekerjaan yang sesuai program studinya di universitas.

Prihatin menargetkan bukan hanya mengenai vokasi dan edupreneurship saja. Menanggapi aturan Kementerian Kesehatan yang dulu lulusan SMK Tata Boga bisa bekerja di rumah sakit sekarang minimal lulusan D3, AKS-AKK membuka pendidikan chef satu tahun. “Pada 12 Desember akan di-launching oleh Presiden Chef Indonesia Henry Alexi Bloem,” ungkapnya. (*/mg8/laz/fn)