SLEMAN – Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih menyayangkan peristiwa tenggelamnya wisatawan di Lava Bantal, Berbah. Meski penyebabnya bukan lava tubing, dia mengimbau pengelola lebih sigap. Terlebih terhadap fasilitas keamanan di objek wisata.

Dilihat dari lokasi kejadian, sejatinya masih berada di kawasan Lava Bantal. Lokasi tenggelam ada di sisi selatan gugusan Lava Bantal. Kedua korban awalnya mandi di arus tenang, sebelum akhirnya tenggelam.

“Meski korban tidak bermain tubing atau susur sungai, pengelola wajib mengawasi. Apalagi memang masih dalam kawasan objek wisata tersebut (Lava Bantal),” kata Sudarningsih, Selasa (4/12).

Ning, sapaan Sudarningsih, akan memanggil pengelola Lava Bantal. Namun dia belum bisa memastikan kapan pemanggilannya. Dia mendorong pengelola meningkatkan keamanan dan kenyamanan di objek wisata minat khusus dan alam.

Dia mendorong pengelola Lava Bantal melengkapi fasilitas keamanan. Seperti pelampung atau life jacket wajib tersedia di kawasan objek wisata tersebut. Pertimbangannya, karena sungai memiliki kedalaman berbeda-beda.

“Kami mengimbau ada peralatan tersebut. Karena tidak semua bermain tubing, jadi pengawasan harus lebih komplet,” kata Ning.

Seorang warga tewas tenggelam di Lava Bantal (2/12). Teddy Suhendra ditemukan tak bernyawa karena tidak mampu berenang.

Kecelakaan wisata menjadi perhatian Pemkab Sleman. Ada program zero accident di tempat wisata. Tidak hanya Lava Bantal, namun seluruh objek wisata di kawasan Sleman.

Kecelakaan wisata pernah terjadi di Lereng Gunung Merapi. Jip wisata memakan korban. Baik itu kecelakaan akibat tidak laik kendaraan maupun tertabrak kendaraan wisata tersebut.

Jajarannya terus berkoordinasi dengan kelompok sadar wisata setempat. Selain meningkatkan kunjungan, juga keamanan dan kenyamanan. Sehingga tidak ada kekhawatiran terjadi kecelakaan.

“Semua itu untuk mencerminkan Sapta Pesona. Pengelola wajib menjamin keselamtan dan keamananan wisatawannya,” ujarnya.

Humas Kantor Basarnas DIJ, Pipit Eriyanto menuturkan, pengelola wajib memiliki life jacket dan pelampung. Khusus untuk wisata air, wajib ada lifeguard.

Peran lifeguard untuk mengawasi wisatawan. Setidaknya bertindak cepat jika terjadi kecelakaan. Baik untuk evakuasi maupun pertolongan pertama kepada korban. Lifeguard juga wajib menguasai teknik water rescue.

“Lifeguard jangan mudah panik, karena keselamatan bergantung pada penyelamat. Harus paham tahapan pertolongan, bagaimana memberlakukan korban tenggelam untuk meminimalisir risiko,” kata Pipit. (dwi/iwa/fn)