SLEMAN- Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Sembada Sleman terus memperluas jaringan air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). PUDAM Tirta Sembada menargetkan selama 2019 tersambung jaringan baru bagi seribu MBR. “Progresnya diawali akhir tahun ini. Sebagian jaringan sudah terpasang,” ungkap Direktur PUDAM Tirta Sembada Sleman Dwi Nurwata SE MM Selasa (4/12).

Adapun konsentrasi pemasangan jaringan dititikberatkan bagi masyarakat pedesaan di wilayah pinggiran. Atau di sekitar wilayah perkotaan yang belum terjangkau jaringan air minum PUDAM Tirta Sembada. Mulai Moyudan, Minggir, Seyegan, Turi, hingga Tempel. Jaringan baru ini bersumber dari sistem penyediaan air minum (SPAM) Regional yang difasilitasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Sumber airnya diambilkan dari mata air Sungai Progo. “Meter kontrolnya dipasang penutup warna kuning. Itu proyek MBR,” jelasnya.

Penentuan MBR disesuaikan dengan klasifikasi daya listrik di rumah pelanggan. Yakni rumah tangga dengan daya 900 VA subsidi. Meski fokus menggarap jaringan MBR, Dwi menegaskan, optimalisasi pengembangan jaringan bagi pelanggan reguler tetap dilakukan. Sehingga akses penyediaan air minum bagi masyarakat Sleman lebih merata. Bedanya, pelanggan reguler dikenai biaya pendaftaran Rp 1 juta. Sedangkan MBR Rp 300 ribu. Sambungan murah tidak setiap tahun ada. Itu semua tergantung pemerintah pusat. Karena itu Dwi mengimbau MBR menangkap program itu dengan mendaftar di kantor PUDAM Tirta Sembada. “Jadi target di 2019 seribu sambungan baru. MBR seribu dan pelanggan reguler seribu,” papar Dwi.

Selain target sambungan baru, PUDAM Tirta Sembada berupaya menekan kasus kehilangan air. Salah satunya dengan menyiagakan tim reaksi cepat (TRC). Dwi memastikan debit air hingga akhir 2018 aman. Terlebih saat ini memasuki musim penghujan. Jika terjadi gangguan jaringan air, Dwi berharap kepada masyarakat untuk pro aktif melapor. Agar setiap gangguan bisa segera diantisipasi. Sehingga dampaknya tak sampai mengganggu kebutuhan air bersih masyarakat. Khususnya untuk keperluan konsumsi. Laporan masyarakat bisa disampaikan langsung ke kantor PUDAM Tirta Sembada Sleman di Jalan Parasamya No 18, Beran, Tridadi, Sleman. Atau lewat aplikasi Lapor Sleman.

“Jaringan mampet atau air keruh bisa saja terjadi. Jika ada kotoran yang terbawa hujan di sekitar sumber air,” ungkapnya.

Dwi menjamin, begitu menerima laporan gangguan jaringan TRC PUDAM Tirta Sembada akan segera bergerak ke lapangan. (*/yog/fn)