JOGJA – Manajemen pengaturan lalu lintas di seputar Bundaran UGM belum sepenuhnya berhasil. Kemacetan masih terjadi di jalan Cik Di Tiro dan di Bundaran UGM. Disinyalir salah satu penyebabnya karena nyala lampu hijau di perempatan Mirota Kampus yang terlalu pendek.

Keluhan salah satunya disampaikan pengguna jalan Iwa. Saat melintas di Jalan Terban, dirinya terjebak kemacetan panjang dari bundaran UGM ke barat hingga belok ke Jalan Terban. Saat berada di persimpangan Mirota Kampus dirinya menghitung durasi bangjo saat hijau hanya 15 detik.

“Lampu hijau hanya 15 detik itu maksimal hanya empat mobil yang bisa maju, setelah itu berhenti lagi,” katanya Selasa (4/12).

Meskipun lajur di Jalan Terban sudah ditambah menjadi tiga, menurut dia, belum mengurangi kepadatan. Bahkan karena durasi yang sebentar itu ekor kemacetan di Jalan Terban hingga bundaran UGM. Kondisi itu membuat kendaraan dari selatan, Jalan Cik Di Tiro tidak bisa langsung ke utara.

Ketika dikonfirmasi Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja Golkari Made Yulianto mengakui daerah tersebut memang cukup padat. Terlebih saat jam tertentu atau ketika salah satu universitas sedang melaksankan kegiatan. Tapi pada hari biasa, dari kepadatan kendaraan yang terjadi diklaim cukup lancar. Itu jika dibandingkan dengan sebelum diberlakukannya rekayasa lalu lintas di ruas jalan ini.

“Memang ada sedikit kepadatan, tapi tidak sampai mengunci,” ujarnya.
Sebagai solusi Dishub Kota akan memanfaatkan teknologi Area Traffic Control System (ATCS). Dengan ATCS, pihaknya juga dapat mengatur bangjo di jalan tersebut.

“Seumpama padat kami lakukan pengaturan pada lampu lalu lintasnya. Bisa nyala lampu hijaunya diperpanjang,” tuturnya. (cr5/pra/fn)