BANTUL – Kepala Seksi Pengawasan Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIJ Yanto Apriyanto mewanti-wanti konsumen cerdas dan teliti ketika membeli produk. Itu seiring dengan banyaknya sengketa antara konsumen dan pelaku usaha yang ditangani Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) DIJ. Pada 2017, misalnya, ada 75 kasus yang ditangani BPSK. Yang menarik, sebanyak 50 persen di antaranya merupakan persoalan kredit kendaraan bermotor.

“Semuanya terselesaikan,” jelas Yanto saat Sosialisasi BPSK di PCNU Bantul Selasa (4/12).

Yanto menengarai tingginya sengketa kredit kendaraan bermotor atau leasing itu akibat konsumen tidak begitu teliti. Konsumen tidak memahami ketentuan surat perjanjian. Konsumen bisa jadi enggan membaca berbagai ketentuan lantaran ukuran font dalam surat perjanjian itu terlalu kecil. Akibatnya, konsumen tidak mengetahui bahwa leasing adalah pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal. Dan, barang itu dapat digunakan berdasarkan pembayaran secara berkala (angsuran).

Dalam catatannya, Yanto menyebut jumlah sengketa yang ditangani BPSK pada 2018 turun dibanding 2017. Hingga kemarin BPSK menangani 34 kasus.

“Ada yang sudah diselesaikan. Ada pula yang masih dalam proses,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Yanto menuturkan, BPSK juga menangani konsumen perumahan. Jumlahnya dua kasus. Berbeda dengan kredit sepeda motor, konsumen perumahan mengadu lantaran “termakan” iklan.

“Antara iklan dan barangnya tidak sesuai kualifikasi,” lanjutnya.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi B DPRD DIJ Aslam Ridlo mengungkapkan hal senada. Menurutnya, pelaku usaha cenderung ingin produknya segera terjual. Pelaku usaha juga menerapkan ketentuan bahwa produk yang dibeli tidak dapat dikembalikan lagi.

“Padahal, konsumen juga berhak mengembalikan barang jika memang rusak,” tegasnya.

Karena itu, politikus PKB ini menilai, sosialisasi soal hak-hak konsumen dan penyelesaian sengketa konsumen sangat diperlukan. Agar masyarakat mengetahui apa yang harus dilakukan ketika merasa dirugikan.

“Di satu sisi pemerintah menggenjot daya beli masyarakat. Tapi pemerintah juga harus memberikan pemahaman kepada masyarakat,” tambahnya.
Sosialisasi dihadiri sekitar seratusan orang. Di antaranya, Ketua Tanfidiyah PCNU Bantul Yasmuri dan Rais Syuriah PCNU Bantul Kiai Abdul Kholiq Syifa’. (zam/fn)