Kenduri Banyu Udan kembali digelar Komunitas Banyu Bening. Tahun ini mengusung tema Air Hujan Bertasbih. Acaranya dipusatkan pendapa rumah dinas bupati Sleman hari ini (4/12).

Sebagai persiapan menuju acara tersebut Senin (3/12) diadakan gladi bersih.
“Ada pentas tari Pujiastuti dan kirab  Bregada Pangeran Cempo,” ujar Ketua Komunitas Banyu Bening Sri Wahyuningsih di sela gladi bersih di rumah dinas bupati Sleman kemarin sore.

Ning, sapaan akrabnya, menjelaskan, tari Pujiastuti ini memiliki arti memuji dan bersyukur kepada Tuhan atas anugrah air hujan yang diberikan. Dalam gladi tersebut nampak jelas beberapa gerakan menunjukkan rasa syukur atas berkat dengan tangan menengadah ke atas.

Dalam tarian juga dinyanyikan mantra-mantra seperti pada kenduri pada umumnya.

“Nanti para penari akan membawa kendi berisi air hujan yang didoakan oleh tiga kiai,” tambah Ning.

Melalui kegiatan kenduri ini yang akan dilanjutkan sarasehan Ning berharap bisa mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untum mulai ikut mengelola air hujan untuk konsumsi sehari-hari.

“Kenapa lewat kenduri, agar masyarakat lebih tertarik dengan maksud dan tujuannya. Air hujan itu bersih, sayang kalau tidak dimanfaatkan. Masyarakat harus bisa mengikuti jejak saya,” paparnya.

Ning sendiri sudah mulai memanfaatkan air hujan dan membuat metode penyulingan sejak 2012 silam. Dengan menggunakan alat-alat sederhana ia bisa menggunakan air hujan sebagai air minum sehari-hari.

Perjuangannya untuk mengkampanyekan pemanfataan air hujan ini pun sedikit membuahkan hasil. Tidak hanya masyarakat di sekitanya, tetangga desa di tempat tinggalnya, Desa Sardonoharjo, pun telah mengikuti program pemanfaatan air hujan tersebut.

“Konsepnya mudah bisa direplikasikan mandiri oleh warga, di sarasehan nanti saya akan menjelaskan juga bagaimana caranya,” ungkap ibu berkacamata ini.

Pada Kenduri Banyu Ujan ini datang ratusan tamu undangan dari berbagai instansi pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan baik dari Kabupaten Sleman maupun luar daerah.

Selanjutnya, dalam acara itu diadakan sarasehan Memanen Air Hujan. Bupati Sleman Sri Purnomo tampil sebagai pembicara kunci. Sedangkan narasumber lain dari Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Dinas Kesehatan Sleman dan Kepala Bidang Program dan Perencanaan Umum Balai Besar Wilayah Sungai Opak Serayu Dwi Agus Kuncoro.

Sebelum sarasehan diawali sambutan ketua panitia Harjuno Wiwoho dan Ketua Dewan Kebudayaan Sleman  Raudi Akmal. (Ita/kus/fn)