JOGJA – Hingga akhir tahun ini, pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) di DIJ masih harus bersabar. Pasalnya, waktu pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB) masih belum ditentukan.

Kepala Bidang Pengembangan Aparatur, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Jogja Ari Irawan mengungkapkan, sampai saat ini Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat belum memberikan arahan terkait waktu pelaksanaan tes SKB Kota Jogja. Hingga kini BKN baru koordinasi terkait validasi data pelamar seleksi kompetensi dasar (SKD).

Namun Ari sempat memberikan informasi bahwa untuk pelaksanaan tes SKB di Kota Jogja akan dilakukan serentak, bersamaan dengan provinsi dan kabupaten/kota. Lokasi pelaksanaannya di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIJ, Jalan Kyai Mojo, Tegalrejo, Kota Jogja. “Pengumuman seluruh wilayah di DIJ juga akan dilakukan serentak,” jelasnya.

Sebagai informasi, dari jumlah total peserta SKD yang berjumlah 6.660 orang, hanya 12 persen yang dinyatakan lolos. BKPP Kota Jogja telah memastikan untuk jumlah pelamar yang sudah lolos tes SKD ada 535 pelamar, dan akan menjalani tes selanjutnya. “Namun untuk posisi dokter spesialis di RSUD kosong karena memang tidak ada pelamarnya,” ujarnya.

Sedangkan untuk disabilitas, pada posisi tenaga pengajar sekolah dasar juga dikabarkan akan mengalami kekosongan. Ari menceritakan pada pelaksanaan tes SKD lalu, pelamar disabilitas sepi peminat. Hanya ada dua pelamar dan salah satu peserta dipastikan tidak memenuhi kriteria. “Yang satu tidak memenuhi kualifikasi di bidang keahlian dengan posisi yang dilamar,” ujarnya.

Namun ada perlakuan khusus bagi pelamar disabilitas. Untuk pelamar disabilitas poin passing grade-nya akan dibuat lebih rendah dari peserta umum. Ari mencontohkan, pada passing grade umum ditentukan poin sebesar 298, maka untuk pelamar disabilitas poinnya akan lebih rendah dari jumlah itu.

Meski mengalami kekosongan, hal itu tidak menjadi masalah karena untuk posisi disabilitas bisa diisi oleh pelamar umum. “Seperti guru SD, nanti bisa diambil dari pelamar umum karena jumlah pelamarnya cukup banyak,” katanya. (cr5/laz/fn)