BANTUL – Pekerjaan rumah (PR) menanti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul. Terutama, PR untuk mengurai data berapa jumlah riil para pencari kerja (pencaker). Sebab, hingga sekarang kesadaran pencaker atau perusahaan untuk melapor perihal penempatan kerja masih rendah.

Kepala Bidang Penempatan Kerja, Perluasan Kerja, dan Transmigrasi, Disnakertrans Bantul Istirul Widilastuti menegaskan data laporan penempatan kerja penting. Itu menjadi salah satu pertimbangan pemkab dalam pengambilan kebijakan. Khususnya kebijakan mengurangi angka pengangguran.

”Tanpa adanya data riil, kami tidak bisa memantau berapa jumlah pengangguran,” jelas Tirul, sapaan Istirul Widilastuti tanpa menyebut berapa jumlah pengangguran di Kabupaten Bantul saat ditemui di kantornya Senin (3/12).

Rendahnya kesadaran melapor, Tirul menyebut diperparah dengan kebijakan permisif perusahaan. Jamak perusahaan yang tidak mensyaratkan para pencaker untuk mengantongi kartu kuning dari dinas. Padahal, kartu yang juga disebut dengan AK-1 ini penting bagi dinas.

”Dinas akan tahu berapa jumlah orang yang mencari pekerjaan dengan kartu kuning ini,” ucapnya.

Tirul menyebut ada lima jenis kartu yang harus terekam dinas. Yaitu, AK-1 hingga AK-5. Fungsi lima jenis kartu ini sangat penting. AK-5, contohnya. Kartu ini berfungsi untuk menunjukkan berapa pencaker yang telah mendapatkan penempatan kerja.

”Masalahnya, ada perusahaan yang tidak mewajibkan AK-1. Parahnya lagi perusahaan juga tidak melapor melalui AK-5,” keluhnya.

Menurutnya, persoalan ini tidak dapat dibiarkan. Dinas telah mempersiapkan sejumlah strategi untuk mengurainya. Di antaranya membangun sinergi dengan bursa kerja khusus (BKK). Sebab, BKK berperan dalam penempatan kerja. Hingga sekarang dinas telah merangkul 15 dari 25 BKK se-Bantul. Targetnya BKK intens melaporkan jumlah penempatan kerja.

”Kami juga menyosialisasikan pentingnya laporan penempatan kerja di 10 desa,” sebut Tirul menargetkan 75 desa se-Bantul mendapat sosialisasi.
Guna meningkatkan kesadaran pembuatan kartu kuning, lanjut Tirul, dinas menggunakan website http://ayokitakerja.com. Pencaker dapat membuat kartu kuning di situs milik Kementerian Tenaga Kerja ini. Bahkan, bisa melalui smartphone.

”Setelah form-nya diisi tinggal mencetaknya di dinas,” tambah Tirul menyebut setiap pencaker wajib melapor di Whatsapp center ketika telah diterima bekerja.
Dalam kesempatan itu, pejabat yang tinggal di Pleret tersebut juga

menyinggung disnakertrans menyediakan fasilitas beberapa unit komputer. Itu diperuntukkan bagi para pencaker yang mencari informasi seputar dunia kerja. Yang menarik, ada petugas yang mendampingi pencaker ketika mengakses situs lowongan kerja.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Bantul Subhan Nawwawi berpendapat butuh beberapa program untuk mengurangi angka kemiskinan. Antara lain, penempatan kerja. Karena itu, politikus PKB ini mendorong percepatan dalam penempatan kerja.

”Orang yang mencari kerja memang harus didampingi dan diarahkan. Itu untuk meningkatkan semangat mereka,” katanya mewanti-wanti dinas harus intens menjalin komunikasi dengan lembaga penempatan kerja. (zam/fn)