SLEMAN – Retno Kusni Agutiyah, 51 tahun, warga warga Kaliabur, Banyuraden, Gamping tewas tertabrak kereta api (KA) Joglosemarkerto. Peristiwa tragis tersebut terjadi pukul 07.15, Senin (3/12).

Guru TK Karangtengah Nogotirto tersebut meninggal dunia di lokasi. Korban menyeberang rel jalur ganda (double track) tersebut.

“Korban mau beli snack di warung sisi utara rel, di warung Bu Suratinem. Rumah korban di sisi selatan rel KA. Dugaan sementara, korban tidak menyangka ada kereta melintas,” ujar Kapolsek Gamping, Kompol Hendri Multi, Senin (3/12).

Dikatakan, korban sudah melihat kondisi rel KA. Berdasarkan penuturan saksi, korban terbiasa melintas di perlintasan kereta api.

Usai berbelanja, korban menunggu di pinggiran rel KA. Awalnya, melintas KA pupuk 7079 dari arah barat. Usai KA tersebut melintas, korban menyeberang tanpa melihat ke timur.

“Kereta pertama melintas di jalur selatan. Selisih beberapa detik, melintas lagi KA Joglosemarkerto di jalur utara. Korban tidak menyangka masih ada KA melintas,” ujar Hendri.

Retno tertemper KA jurusan Jogjakarta-Solo-Semarang-Purwokerto tersebut. Korban cidera berat pada bagian kepala. Usai identifikasi, jenasah Retno dibawa ke RS Bhayangkara untuk divisum.

Hendri menyayangkan peristiwa tersebut. Apalagi korban adalah warga sekitar lokasi kecelakaan. Artinya korban memahami jalur perlintasan KA. Dia meminta warga lebih waspada.

“Seharusnya tidak boleh beraktivitas di sekitar rel KA, karena bahaya. Kalau mau menyeberang, pastikan jalurnya aman. Apalagi jalur ganda,” pesan Hendri.
Manager Humas PT KAI Daop VI Jogjakarta, Eko Budiyanto mengatakan insiden terjadi di perlintasan KM 538+6 sisi timur Stasiun Patukan, Gamping.

KA dengan nomor loko CC 2018327 tersebut dimasinisi Dody Hermawan.
Eko mengakui lokasi tersebut rawan. Terlebih ada perkampungan warga di sisi selatan dan utara rel KA. Sehingga dimungkinkan warga melintas. Padahal KA cukup padat.

“Masinis sudah memberikan semboyan 35 atau klakson panjang. Sepertinya korban tidak sadar setelah kereta pupuk masih ada Joglokerto yang masih melintas,” kata Eko.

Joglosemarkerto merupakan rangkaian KA jalur baru. Baru diluncurkan 1 Desember 2018. Terdiri dari dua gerbong eksekutif dengan kapasitas 100 tempat duduk, dan gerbong ekonomi dengan kapasitas 560 tempat duduk.
“Rel KA bukan jalan umum. Masyarakat jangan melakukan aktivitas di rel, demi keselamatan diri maupun perjalanan KA,” pesan Eko. (dwi/iwa/fn)