SLEMAN – Niatnya menolong keponakan yang kesulitan berenang, Teddy Suhendra malah tenggelam. Peristiwa tersebut terjadi di Lava Bantal, Berbah, Minggu sore (2/12). Keponakan Teddy, Yusuf, 12, berhasil diselamatkan meski kondisnya syok.

Kapolsek Berbah Kompol Agus Zainudin mengatakan kedua korban dilaporkan tenggelam pukul 17.30. Pengunjung dan pengelola wisata setempat memberikan pertolongan pada korban.

“Tepatnya di Sungai Gemblung atau kawasan wisata Lava Bantal. Kedua korban warga Gayamsari, Kedulan, Tirtomartani, Kalasan,” kata Agus, Senin (3/12).

Kronologi kejadian, berawal saat keduanya mandi di sungai. Yusuf awalnya bermain di pinggir sungai. Sejurus kemudian, anak 12 tahun ini tenggelam.
Teddy berusaha menolong Yusuf. Namun Teddy tidak memiliki kemampuan berenang yang mumpuni. Pria dewasa tersebut justru kesulitan dan posisinya semakin ke tengah.

Usai dibawa ke daratan, Yusuf dibawa ke tenaga medis setempat. Selang 15 menit, jasad Teddy ditemukan tim penyelam. Teddy dalam kondisi tidak sadar saat ditemukan.

Warga membawa korban ke RSUD Prambanan. “Dua-duanya tidak bisa berenang,” ujarnya.

Jajarannya belum bisa menyimpulkan penyebab peristiwa tersebut. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), kedua korban hanya mandi. Keduanya tidak bermain fasilitas lava tubing.

Lava Bantal memiliki fasilitas lava tubing. Berupa kegiatan susur sungai menggunakan pelampung berupa ban dalam. Aliran sungai di kawasan tersebut bervariasi. Untuk lokasi tenggelam, arus sungai tenang. Setiap titik memiliki kedalaman antara dua hingga tiga meter.

“Kalau yang anak, tenggelamnya di sisi barat tidak jauh dari pinggiran sungai. Kalau yang dewasa, tubuhnya ditemukan di sisi timur. Hanya berjarak sekitar tiga meter dari lokasi tenggelam pertama,” kata salah seorang pengelola warung Lava Bantal, Daliman, 53.

Dia turut membantu evakuasi korban. Bersama lima penyelam lainnya, dia menyusuri dasar sungai. Tubuh Teddy ditemukan di lokasi sekitar tenggelamnya Yusuf. Saat kejadian, arus sungai tenang.

“Korban datang ke sini berombongan, katanya dari PKK. Di sini biasa untuk main air atau mandi. Baru kali ini ada peristiwa tenggelam, mungkin karena korban tidak bisa berenang,” ujar Daliman. (dwi/iwa/fn)