MALAM ini akan menjadi malam bersejarah bagi PSS Sleman. Tim berjuluk Super Elang Jawa (Elja) itu siap mencatatkan sejarah untuk yang pertama kalinya mengenyam juara Liga 2 Indonesia.

Gelar juara itu sekaligus sebagai pelengkap prestasi lolos ke Liga 1. Raihan menterenag itu akan dicapai Super Elja dengan syarat mengalahkan Semen Padang di laga final malam ini di Stadion Pakansari, Cibinong.

Skuad Super Elja pernah melakukan hal yang sama saat bertemu Persita Tanggerang di laga final Divisi Satu Indonesia di Stadion Banteng di musim 1999/2000 silam. Hanya saja, gol semata wayang kapten La Viola-julukan Persita Tanggerang membuyarkan harapan Lafran Pribadi dkk. Super Elja pulang ke Sleman dengan berstatus runner up.

Musim ini, Bagus Nirwanto dkk berpeluang memperbaiki kenangan 19 tahun silam. PSS Sleman punya modal besar untuk membawa pulang gelar juara Liga 2. Persyaratan tersebut sebenarnya sudah terpenuhi. Rentetan pemain berkualitas dan segudang pengalaman banyak dimiliki Laskar Sembada.

Sebut saja nama Christian Gonzales yang sudah beberapa kali merasakan gelar kasta tertinggi Liga Indonesia. Belum lagi nama Amarzukih, Slamet Budiono, Rifal Lastori hingga Rangga Muslim menjadi jaminan bagi Super Elja untuk menancapkan cakarnya berada di puncak laga final.

Namun, lawan yang dihadapi bukanlah sembarang tim. Semen Padang menjadi bagian dari nama besar persepakbolaan di Tanah Air. Meski secara usia lebih muda, namun secara pengamalan Kabau Sirah-julukan Semen Padang memiliki segudang pengalaman dan bisa menggagalkan pesta Super Elja di Pakansari.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara menyebut laga final kali ini sebagai bonus bagi timnya. Sebab, target awal dari manajemen yakni PSS dapat lolos ke liga 1. Namun, dengan capaian laga puncak yang telah dicapai, mau tak mau skuadnya harus tampil maksimal untuk bisa membawa pulang gelar juara. ”Tentunya kami ingin menyempurnakan target yang telah diraih,” jelasnya.

Memasuki laga final, skuadnya saat ini dalam kondisi terbaik. Meski begitu, para pemain diminta untuk tidak terbebani di laga puncak hari ini. Para pemain harus bisa menikmati laga final hari ini seperti laga-laga sebelumnya.

Pelatih yang tengah menimba lisensi kepelatihan Pro AFC ini menjanjikan laga kedua tim akan berlangsung dengan menarik. Dia pun yakin, skuad asuhan Syafrianto Rusli ini akan memberikan perlawanan sepadan. Apalagi, Seto peham betuk gaya permainan dari Semen Padang.”Saya sama dia (Syafrianto.red) teman saat mengambil lisensi kepelatihan. Kami berdua akan menyuguhkan permainan yang menarik yang enak ditonton oleh masyarakat,” jelasnya.

Pada laga final, PSS Sleman dipastikan akan menurunkan skuad terbaiknya. Kuartet lini belakang yang dihuni oleh Bagus Nirwanto, Ikhawan Ciptady, Asyaraq Gufron dan Aditya Putra Dewa dipastikan akan mendapat serangan sengit dari Risky Novrianyah dkk.

Sementara itu di lini tengah, Amarzukih, Dave Mustaine dan Ichsan Pratama harus beradu kreatif dengan Fridolin Yoku, Rudi dan Manda Cingi. Sementara Gonzales, dipastikan akan dapat pengawalan ketat dari bek gaek Semen Padang, Hengky Ardiles.

Di laga final, El Loco kembali dituntut menunjukkan ketajamannya seperti di babak delapan besar dan semifinal.”Kelebihan Semen Padang ada pada lini tengah mereka yang kreatif. Kami juga harus memberikan perhatian kepada Rifky. Dia striker yang cukup tajam karena sebelumnya pernah bermain bersama kami,” terangnya.

Di kubu Semen Padang, Syafrianto menargetkan anak asuhnya membawa pulang gelar juara liga 2. Saman halnya dengan Seto, gelar juara tersebut akan menjadi pelengkap lolosnya Semen Padang ke liga 1. Namun, secara merendah dia mengaku untuk meraih juara dari PSS akan terasa berat. Sebab, PSS saat ini memiliki kualitas pemain yang mumpuni. Dia pun memuji pelatih Seto, sebagai sosok pelatih yang berkualitas. ”Saya saya pastikan laga final ini akan sangat menarik karena dua tim terbaik akan berlaga,” jelasnya.

Meski belum pernah bertemu di laga sebelumnya, Syafrianto mengaku memahami gaya bermain dari PSS Sleman. Kekuatan PSS Sleman, ada pada skill individu pemain seperti Gonzales dan Amarzukih. Namun, dia pun menilai pemainpemain muda PSS memiliki skill dan kecepatan yang harus diantisipasi. ”Kami harus fokus pada pertahanan,” jelanya. (bhn/din/fn)