Ketua Komisi D DPRD DIY Koeswanto mendukung berbagai upaya untuk meningkatkan minat baca di masyarakat. Road show minat baca yang diinisiasi Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY menjadi salah satu langkah nyata mendorong masyarakat gemar membaca.

“Dari gemar lalu menjadi biasa. Dari biasa melahirkan budaya membaca,” ungkap Koeswanto di Balai Desa Tegaltirto, Berbah, Sleman pada (30/11).

Anggota dewan asal Sidoarum, Godean itu hadir sebagai salah satu narasumber talk show dan road show minat baca BPAD DIY. Koeswanto melihat kenyataan masih rendahnya minat baca di masyarakat membuat pemerintah daerah harus lebih kreatif.

“Khususnya dalam rangka mendorong agar minat baca di masyarakat agar tumbuh dan berkembang,” katanya.

Dia juga menginformasikan, BPAD punya berbagai kegiatan. Selain minat baca, juga ada kegiatan bedah buku. Koeswanto memersilakan masyarakat mengadakan acara bedah buku dengan mengundang BPAD maupun Komisi D DPRD DIY.

“Inisiasi bedah buku bisa dari masyarakat. Silakan undang, BPAD sebagai mitra kerja kami siap datang. Kami pun juga siap,” ujar ketua DPRD Sleman periode 2009-2014 ini.

Kepala BPAD DIY Monika Nur Lastiyani memberikan pandangan senada. Road show minat baca itu digelar di sejumlah desa se-DIY. Salah satu tujuannya demi meningkatkan kegemaran membaca di masyarakat.

“Kami juga mendorong agar tiap desa mempunyai perpustakaan sebagai fasilitas pendukung peningkatan kegiatan membaca,” ujarnya. Dia juga ingin membaca kebutuhan setiap orang. Bahkan menjadi gaya hidup di masyarakat. “Membaca itu bukan hanya menambah wawasan. Tapi memerkaya cakrawala dan memerluas jaringan,” kata Monika.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman Ayu Laksmi Dewi Tri Astika Putri mengungkapkan tradisi membaca harus dibangun di desa-desa. Dari 86 desa se-Sleman, Desa Widodomartani, Ngemplak, merupakan desa dengan budaya literasi yang maju.

Desa ini juga telah ditetapkan sebagai Desa Mandiri Gemar Membaca. Dari 19 pedukuhan, sebanyak 16 pedukuhan yang punya perpustakaan dusun. Perpustakaan Desa Widodomartani juga pernah meraih penghargaan juara nasional pada 2016.

“Budaya literasi dapat memajukan potensi desa. Segenap potensi bisa digali,” katanya. (kus/fn)