SLEMAN – Taman Denggung menyandang predikat Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA). Capaian tersebut sesuai audit Tim Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mulai 26-29 November 2018 lalu.

Anggota Forum Pengamat Independen (Forpi) Sleman, Hempri Suyatna menilai masih banyak yang harus dibenahi di Taman Denggung. Masih belum layak menyandang predikat RBRA.

Taman Denggung hanya unggul dalam aspek hijaunya saja. “Sebab Taman Denggung tak ubahnya seperti taman biasa,” ujar Hempri (2/12).

Menurut dia, masih banyak aspek yang harus ditingkatkan agar bisa menyandang predikat RBRA. Setidaknya dia menyoroti pada enam aspek, standar permainan, pengaturan pedagang dan standarisasi jajanan. Pagar pembatas harus dipasang mengitari taman.

Hingga saat ini baru sebagian Taman Denggung yang diberi pembatas. Hempri meminta fasilitas bermain untuk anak semuanya gratis.

Selain itu, ruang bermain untuk anak juga harus bebas dari asap rokok. “Kalau perlu juga dibuat ruang baca untuk anak,” ujar Hempri.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga (P3AP2KB) Sleman, Mafilindati Nuraini menyebut Taman Denggung telah mendapatkan sertifikat RBRA dari Kemen PPPA dengan skor 356. “Skor belum tinggi sih, yang tertinggi di atas 400,” ujar Mafilinda.

Dia menyatakan masih banyak yang harus dibenahi di Taman Denggung. Masih ada catatan dari tim audit yang harus segera dibenahi. Hal itu sebagai upaya mewujudkan cita-cita Sleman sebagai Kabupaten Layak Anak. “Salah satunya harus punya RBRA,” ujar Mafilindati.

Sebelumnya, Ketua tim audit, Hendy Tamara menjelaskan skor Ruang Bermain Anak (RBA), yaitu RBA Pratama (178-190), RBA Madya (191-205), RBA Nindya (206-225), RBA Utama (226-250) dan RBRA (251-455).

Ruang bermain anak Denggung mendapat skor 356. “Nilai ini cukup untuk menjadikan Ruang Bermain Denggung sebagai RBRA dan diusulkan bersertifikasi,” kata Hendy. (har/iwa/by/fn)