SLEMAN – Pemerintah Desa (Pemdes) Condongcatur berupaya menggali potensi masyarakat. Perayaan HUT ke-72 Desa Condongcatur diyakini mampu menjadi wadah mengeksplorasinya. Lewat beragam agenda kegiatan, Pemdes Condongcatur ingin masyarakat aktif terlibat.

“Ada berbagai potensi. Mulai dari seni budaya, olahraga, hingga pendidikan,” ujar Kepala Desa (Kades) Condongcatur, Reno Candra Sangaji, saat menghadiri lomba pushbike Minggu (2/12).

Lomba pushbike diselenggarakan di Aula Balai Desa Condongcatur tersebut hanya satu dari sekian banyak kegiatan. Beragam agenda itu menjadi konsep tahunan bertajuk Condongcatur Art Festival (CCAF).

Pushbike diikuti anak-anak usia 2-7 tahun. Ajang itu merupakan bentuk kepedulian Pemdes terhadap kegiatan olahraga. Khususnya untuk generasi muda.

“Kami merangkul semua kalangan masyarakat. Termasuk anak-anak,” kata Reno.

Hal tersebut sesuai tema yang diangkat dalam perayaan HUT, yakni Condongcatur Rumah Kita. Melalui tema itu Reno berharap seluruh warga bisa betah dan nyaman tinggal di Condongcatur.

Pushbike juga menjadi representasi Pemdes Condongcatur yang terbuka dengan bermacam rupa kegiatan. Diadakannya agenda tersebut di Balai Desa menunjukkan sikap dinamis Pemdes terhadap aktivitas warga.

Terlebih kemarin juga diselenggarakan expo motor custom yang bisa dikunjungi warga. Khususnya para pecinta otomotif.

Pushbike siang kemarin adalah aksi final. Para peserta sebelumnya telah bertanding di halaman Balai Desa Condongcatur (2/12). Minggu (2/12), mereka berebut juara umum pada enam kategori usia peserta.

“Lomba Urban Pushbike ini baru kali pertama dilibatkan dalam CCAF,” ujar Ketua II CCAF tahun ketiga Purnomo Putro.

Pemenang memperoleh uang, piagam, dan piala. Purnomo berharap pushbike bisa menjadi sarana mencari bibit unggul.

Kanna Nam Akbar berhasil menjadi juara umum untuk kelas usia kelahiran 2016. (cr9/iwa/by/fn)