Wakil Ketua Komisi D DPRD DIY Nur Sasmito mengatakan, kegemaran membaca tidak sekadar membuka cakrawala. Namun kebiasaan membaca dapat memperluas jaringan dan kolega.

“Bagi mereka yang punya usaha, jaringan itu penting. Bertambah luasnya jaringan akan membantu bisnis yang digeluti,” ungkap Nur Sasmito di Balai Desa Wijimulyo, Nanggulan, Kulonprogo pada (30/11).

“Membaca memerkaya informasi untuk diskusi dengan relasi,” lanjutnya saat berbicara di Road Show Minat Baca yang digelar Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY.

Lebih jauh dikatakan, membaca dapat mendorong meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan terbukanya wawasan, bisa membuka berbagai peluang untuk berpikir dan bertindak kreatif. Apalagi di era digital seperti sekarang. Peluang berwirausaha terbuka luas.

Kepala BPAD DIY Monika Nur Lastiyani mengingatkan, membaca memberikan bayak manfaat. Gemar membaca juga meningkatkan kepercayaan diri seseorang. Dengan wawasan itu dapat memerluas pergaulan.“Jadikan membaca sebagai kebutuhan setiap orang,” ajaknya.

Monika juga mengajak kebiasan membaca harus ditanamkan dari kalangan keluarga. Anak-anak sejak dini harus dikenal dengan tradisi membaca. Ini perlu dilakukan para orang tua. Tradisi itu bisa dimulai dengan membacakan buku dongeng kepada anak sebelum tidur.

“Mendongeng menjadi cara sederhana menanamkan budaya di keluarga kepada anak-anak,” ujarnya. Dengan tradisi yang dibangun sejak dini membuat anak-anak juga terbiasa dengan kegiatan membaca. Orang tua menjadi teladan bagi anak-anaknya. “Contoh itu bisa dibangun dari tradisi membaca,” ungkap Monika. (kus/fn)