BANTUL- Sebanyak 83 orang pesepeda yang tergabung dari 20 komunitas berpartisipasi dalam Jelajah Alam Kawasan Mangunan Minggu (2/12). Agenda tersebut untuk memperkenalkan destinasi wisata di kawasan Mangunan, yaitu Watu Mabur.

Kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata (Dispar) DIY yang bekerjasama dengan Dispar Bantul dan Desa Wisata Kaki Langit Mangunan itu pesepeda menempuh jarak sejauh 12 kilometer. Dengan posisi start dan finish di Watu Mabur Mangunan, Dlingo, Bantul.

Di jalur pesepeda akan melewati jalur Lemah Abang, Sukarame, Cempluk, Kanigoro, dan Mangunan. Pihak panitia peserta mampir di Pasar Tradisional Desa Wisata Kaki Langit. Di sini mereka mendapatkan kupon yang diundi sebanyak dua kali dengan syarat peserta harus berbelanja di pasar tradisional dengan jumlah harga Rp 20 ribu.

Kepala Seksi Standarisasi Produk Dispar DIY Jufri mengatakan dengan terselenggaranya Jelajah Alam tersebut Dispar Bantul memfasilitasi perizinan Watu Mabur. Perangkat pemerintah setempat yang juga mengantar peserta dengan mengibarkan bendera start, diantaranya Kepala Dinas Pariwisata DIY Ir. Aris Riyanta, M. Si., KAPOLSEK Dlingo Cherli Eva Camat Dlingo Raden Jati Bayubroto, S.H., M. Hum, dan Danramil Dlingo, Kapten (Czi) Pangestu.
Jufri berharap dengan terlaksananya Jelajah Alam dapat memajukan ekonomi kerakyakatan di Kawasan Mangunan.

“Karena itu kami tidak menyediakan makanan disini tapi masyarakat setempatlah yang sediakan,” jelasnya.

Penyelenggara juga melibatkan masyarakat setempat terutama karang taruna untuk ikut berpartisipasi dalam keberlangsungan kegiatan. Mereka dipersiapkan menempati pos-pos yang telah disediakan agar peserta tidak tersesat nantinya.

Sementara itu, Sigit Wisnutomo, Ketua Komunitas Sepeda Kolaborasi Jogjakarta yang juga mengikuti Jelajah Alam mengaku merasa tertantang dengan rute yang dilewati. “Pemandangan eksotis,jalan meliuk, dan menanjak di sepanjang jalan,” tuturnya.

Watu Mabur merupakan perpaduan serasi antara alam dan spot kekinian. Lokasinya sekitar 300 meter di timur Kebun Buah Mangunan melewati Jurang Tembelan dan Goa Gajah. Dinamakan Watu Mabur lantaran saat berada dekat tebingnya pengunjung seolah-olah terbang. (mg8/pra/fn)