BANTUL – Sejumlah pemain PS Tira tertunduk lesu usai wasit Handri Kistanto meniup peluit berakhirnya pertandingan di Stadion Sultang Agung, Minggu (2/12). Kekalahan 0-1 dari Arema FC membuat langkah The Young Warriors untuk bisa lepas dari zona merah, semakin berat.

Pemain asing PS Tira Jeon Wooyoung, tak henti-hentinya menyeka air mata sambil terduduk di pinggir lapangan. Sementara sejumlah pemain Arema berusaha memberikan simpati kepada pemain asal Korea Selatan itu.

Berada di peringkat buncit Liga 1 Indonesia, PS Tira sebenarya masih memiliki peluang untuk bisa lolos dari degradasi. Namun upaya tersebut cukup berat, karena Manahati Lestusen dkk harus melakoni dua laga tandang.

Laga tandang pertama, PS Tira harus melewati hadangan PSMS Medan. Skuad Ayam Kinantan -julukan PSMS, yang kini berada di peringkat ke-17 dengan nilai 37 pun akan berjuang keras untuk meraih kemenangan. Apalagi, tim asal Medan tengah dalam motivasi yang cukup tinggi karena di laga terakhir melumat Persebaya Surabaya 4 gol tanpa balas.

Sedangkan di laga terakhir, PS Tira harus berhadapan dengan Borneo FC di Stadion Segiri. Meskipun meraih kemenangan, nasib PS Tira akan bergantung pada tim lain.

Bila bisa menyapu bersih sisa laga, PS Tira memiliki nilai akhir 42. Dengan nilai itu ada peluang bagi The Army untuk merangsek ke peringkat 14 yang kini ditempati Peseru Serui. Tim asal tanah Papua itu hanya berselisih tiga angka saja dari PS Tira.

Pelatih PS Tira Nil Maizar menegaskan kekalahan timnya dari Arema FC murni kesalahan dirinya. Dia pun bertekad akan menyapu bersih dua laga yang masig tersisa.

“Saya bilang ke manajemen jangan salahkan pemain. Ini salah saya. Tapi saya bertekad di dua laga tersisa akan menyapu bersih sehingga poin kami bertambah 6,” kata Nil.

Diungkapkan, seluruh elemen PS Tira tengah bersedih atas kekalahan kemarin. Namun kesedihan itu akan bisa terobati andaikan skuadnya bisa menyapu bersih dua laga sisa. “Saya sedih, pemain sedih, semua bersedih atas hasil ini,” jelasnya.

PS Tira tidak memiliki banyak waktu untuk latihan sebelum ke Pakansari Rabu (5/12) untuk melawan PSMS Medan. “Fokusnya hanya recovery, tak mungkin melakukan taktikal,” jelasnya.

Sementara itu, pemain Arema Makan Konate menyatakan kemenangannya ini menjadi cukup penting untuk merengkuh target berada di posisi terbaik akhir musim. Saat ini skuad Singo Edan berada di peringkat ke-7 dengan poin 47. “Semoga target kami berada di peringkat ke-5 bisa tercapai,” jelas Konate. (bhn/laz/fn)