KULONPROGO – Warga sekitar New Yogyakarta International Airport (NYIA) perlu memahami Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). Khususnya pengendalian tinggi bangunan di sekitar bandara. KKOP penting bagi keselamatan penerbangan.

Kepala Bidang Pelayanan dan Pengoperasian Bandara, Kantor Otoritas Bandara Wilayah III Juanda, Surabaya, Hasanuddin mengatakan dalam radius 15 kilometer dari bandara itu masuk wilayah KKOP. Pertumbuhan dan pembangunan wilayah harus dikendalikan agar tidak ada yang gedung dengan ketinggian berlebihan.

“Bangunan yang terlalu tinggi berpotensi menjadi penghalang (obstacle). Membahayakan penerbangan,” kata Hasanuddin dalam Konsinyering Prosedur Penerbitan Rekomendasi KKOP, di Hotel King Wates, belum lama ini.

Penerapan KKOP tidak berarti melarang pendirian bangunan. Namun membatasi ketinggiannya. Bangunan pada radius empat kilometer dari landasan pacu tinggi maksimal 45 meter dan di radius 15 kilometer setinggi 150 meter.

“KKOP memuat sederet aturan yang harus dipatuhi demi keselamatan penerbangan. Pemahaman masyarakat sangat penting,” kata Hasanuddin.
Perlu kajian dan pemetaan untuk menentukan wilayah KKOP secara lebih detail. Terutama mengenai penentuan cakupan radius tertentu karena berhubungan dengan fungsi pengaturan dan pengendalian wilayah.

“KKOP bukan hanya identik dengan ketinggian melainkan juga tata guna lahan seperti yang sudah diatur dalam Permenhub 69/2014 tentang Kebandarudaraan Nasional,” ujarnya.

Pemkab Kulonprogo perlu mendukung KKOP sebagaimana diatur dalam UU 1/2009. Beberapa provinsi sudah membuat peraturan daerah (Perda) tentang KKOP.

“Pembangunan airportcity di sekitar NYIA juga harus tunduk pada KKOP,” katanya.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Pertanahan (Dispertarung) Kulonprogo, Heriyanto mengatakan, Pemkab tunduk dengan aturan KKOP. Namun ada beberapa kawasan yang bangunannya ingin dipertahankan.

Misalnya Pantai Glagah sebagai penunjang pariwisata. Sejauh ini tidak ada kontradiksi kegiatan wisata di pantai yang terletak di selatan bandara itu dengan KKOP. Tidak ada bangunan tinggi di sana yang berpotensi mengganggu penerbangan.

“Nanti satu per satu dikaji. Pemkab siap dan manut KKOP,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Niken Probo Laras mengatakan, pihaknya berharap Pantai Glagah tetap bisa dipertahankan. Pihaknya tengah membuat Detailed Engineering Design (DED) penataan kawasan tersebut.

“Kajian KKOP akan menjadi bahan pemantapan masterplan (rencana induk) pengembangannya agar ada kesesuaian,” kata Niken.

Jika mengikuti aturan KKOP, pembangunan SPBU atau bangunan dengan ketinggian yang membahayakan penerbangan tidak memungkinkan. Namun, jarak aman dari KKOP dan peta wilayah yang bisa dikembangkan perlu diketahui dengan jelas.

“Harapannya, pemetaan yang dilakukan otoritas bandara bisa cepat terbit. Sehingga penyusunan DED bisa dilaksanakan dengan cepat pula,” harap Niken.

Pembangunan gedung bertingkat di sekitar kawasan bandara memang harus dibatasi. Pembatasan ketinggian gedung ini untuk keamanan penerbangan. Sehingga tidak mengancam keselamatan penerbangan.

Adanya bangunan tinggi di kawasan sekitar bandara akan menghalangi pandangan pilot yang akan mendarat atau lepas landas. Sehingga perlu adanya pembatasan tinggi bangunan. (tom/iwa/by/fn)