JOGJA – Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto mengajak kelompok milenial untuk aktif berpartisipasi di proses Pilpres 2019. Pemilu yang berlangsung pada 17 April 2019 memiliki posisi strategis bagi keberlanjutan proses demokrasi di Indonesia.

Selain itu, alumnus MEP UGM Eko Suwanto berharap kaum muda atau para milenial juga berperan dalam menciptakan pemilu damai yang bermartabat dan berbudaya.

”Kami ajak milenial untuk aktif, kalau belum masuk DPT tapi pada 17 April 2019 sudah berumur 17 tahun,  silakan segera mendaftar. Kalau belum melakukan perekaman e-KTP ayo kami dampingi ke kantor kecamatan guna lakukan perekaman. Silakan kontak sekretariat Komisi A DPRD DIJ, kami akan temani melakukan perekaman, nanti akan dikoordinasikan dengan Biro Tapem,” kata Eko.

Di dalam acara yang digelar oleh Kesbangpol DIJ dengan mengundang perwakilan ormas dan pelajar di Kota Jogjakarta, terekam bahwa masih ditemukan warga yang belum mengetahui apakah sudah terdaftar dalam DPT.

Berkaitan hal ini, disarankan agar warga segera mengecek dan menghubungi KPU atau PPS di desa atau kelurahan masing-masing.

”Warga juga harus aktif melakukan pengecekan agar tidak kehilangan hak pilih,” katanya.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIJ Eko Suwanto ini menambahkan bahwa sesuai dengan berita acara rapat pleno terbuka KPU tanggal 13 November 2018, terdapat perubahan baik jumlah pemilih maupun TPS-nya yakni jumlah pemilih dalam DPT hasil perbaikan kedua sejumlah 2.733.830 yang tersebar di 11.780 TPS se DIJ, dengan rincian di Kulonprogo 1.258 TPS dengan 335.578 pemilih, Bantul 3.040 TPS dan 708.987 pemilih, Gunungkidul 2.718 TPS dan 604.093 pemilih, Sleman 3.391 TPS dan 773.875 pemilih, serta Kota Jogjakarta 1.373 TPS dengan jumlah pemilih 311.297.

Komisioner KPU DIJ Achmad Sidqi menyatakan, saat ini sebenarnya DPT sudah ditetapkan tapi memang masih membuka perbaikan hingga 15 Desember 2018. Kebijakan ini dilakukan mengiringi langkah pemerintah yang menyelesaikan proses perekaman E-KTP pada Desember 2018.

”Silakan bisa cek ke situs KPU, ada tautan yang bisa diakses secara online dengan memasukan nama dan nomor identitas E-KTP bisa terlacak.  Bisa juga melihat form yang telah kita cetak dan terpasang di tiap kelurahan/desa,” kata Achmad Sidqi. (kus/ila)