Jumlah kafe di Jogja, nyaris tak bisa dihitung, karena saking banyaknya. Salah satu kafe yang ramai pengunjungnya, adalah Move On Café. Café yang berada di Prawirotaman ini, banyak menyajikan keunikan yang khas Jogja banget, serta menawarkan menu-menu yang beda dari kafe-kafe yang lain.

BEGITU masuk ke Move On Cafe, kesan vintage begitu kental dalam setiap detail dekorasinya. “Lebih tepatnya industrial vintage,” kata Manajer Move On Café, Teguh Rahayu S, kepada Radar Jogja.

Berbagai detail, seperti meja yang dibuat dari pipa, poster film era 60-an, fitting lampu yang tertata dengan baik, membawa pelanggannya pada zaman awal revolusi industri.

Teguh menjelaskan, berbagai upayanya menghadirkan tema ini, demi menyasar kawula muda yang kini justru menggemari suasana zaman dulu. “Segmentasi kami, awalnya hanya untuk anak muda lokal sini saja. Namun ternyata banyak wisatawan dari Jakarta, bahkan luar negeri, juga mampir ke sini kalau berkunjung ke Jogja,” tuturnya.

Selain mengusung industrial vintage, kafe ini juga berusaha merepresentasikan Jogjakarta dari segi seni jalanan, salah satunya dengan membubuhkan mural. Ada pula replika Tugu Pal Putih, sepeda onthel dan becak yang juga sangat ikonik. “Ini jadi semacam miniatur Jogja,” jelasnya.

Berbagai dekorasi ini sengaja dihadirkan, agar pelanggan dapat berfoto dan mengabadikan momen kebersamaan mereka.

Kesan vintage semakin dipertegas dengan hadirnya musik jazz tiap Jumat malam. Nada meliuk-liuk komposisi Miles Davis, Duke Ellington, atau pun Louis Armstrong, menghantarkan pelanggan menuju era awal jazz berkembang di Amerika, menemani seduhan kopi hangat yang diracik barista handal.

Anggun Ristanto, barista kafe ini, berani menjamin kopi yang dihadirkan selalu segar. Pelanggan dapat memesan kopi cita rasa nusantara, mulai dari Sumatera, Jawa, sampai Flores. “Ini yang membedakan kami dengan kafe lain. Kalau yang lain house blend pakai Panama atau Brazil, kami pakai nusantara. Campurannya kuat, tapi tetap tidak mengalahkan cita rasa kopinya,” ungkapnya.

Selain kopi, aneka sandwich dan burger menjadi menu andalan kafe ini. Teguh mengungkapkan, kafe ini memang tidak sebatas menjadi tempat nongkrong. Makanan mengenyangkan sengaja dihadirkan agar para pelanggan betah berlama-lama. (obi/jko/by/mg3)