PURWOREJO – Tenaga kesehatan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Purworejo dilibatkan dalam pelayanan kesehatan di daerah bencana Sulawesi Tengah. Ditugaskan atas nama Provinsi Jawa Tengah, petugas yang dikirim bergabung dalam satu tim yang terdiri atas satu orang dokter, satu bidan serta dua relawan lokal.

Muhammad Nuryadin, petugas yang dikirimkan ke Sulteng di pertengahan bulan lalu saat dihubungi melalui sambungan telepon kemarin, mengaku langsung dihadapkan dengan layanan kesehatan bagi relawan serta warga setempat. “Saya mendapatkan penempatan di Donggala yang memberikan pelayanan kesehatan di dua shelter atau tempat pengungsian terpadu milik PMI,” kata Nuryadin Jumat (30/11).

Menurut Nuryadin, pihakya bertanggung jawab terhadap kesehatan para relawan serta warga yang berada di pengungsian. Praktis setiap pagi ia memiliki tugas melakukan pemeriksaan bagi para relawan yang akan turun ke lapangan. Menjelang siang langsung dihadapkan dengan pemeriksaan rutin warga di pengungsian.

“Untuk di pengungsian sudah selesai semua. Kami akan bergerak ke desa-desa yang terdampak bencana. Ini menjadi tantangan tersendiri karena jarak tempuh menuju ke desa-desa di Sulawesi itu berbeda dengan di Jawa, cukup jauh dan aksesnya masih sulit,” papar Nuryadin.

Diceritakan saat bertugas jauh dari tempat tinggal dan memiliki cerita tersendiri. Beruntung dirinya bersama tim yang solid dan mampu bekerjasama satu sama lain di lapangan.

“Rasa jenuh itu tetap ada, karena kulturnya juga jauh berbeda. Tapi ini tugas pengabdian di mana kita harus menjalankan dengan baik. Alhamdulillah kami bisa segera menyelami dan menyelaraskan dengan ritme di lapangan,” paparnya.

Kepala Markas PMI Puworejo Supangkat mengungkapkan, ada dua relawan dari Purworejo yang dilibatkan dalam pelayanan kesehatan di daerah becana di Sulteng pasca terjadinya gempa dan tsunami. Kesempatan pertama, pihaknya memberangkatkan Yuli Harsono yang bertugas selama satu bulan.

“Muh Nuryadin menjadi petugas kesehatan yang bertugas kedua kali dari Purworejo. Dia juga akan bertugas selama satu bulan di lapangan. Petugas yang dikirim ini khusus untuk pelayanan kesehatan,” tutur Supangkat. (udi/laz/er/mg3)