PURWOREJO – Pengajaran pendidikan karakter meliputi empat faktor atau komponen. Keempatnya adalah olah hati, olah pikir, olah rasa, dan olah raga. Tidak jauh berbeda, dalam konsep pendidikan Islam haruslah ada shiddiq, fathonah, amanah dan tabligh.

Memadukan kedua konsep baik pendidikan karakter maupun konsep pendidikan Islam harus mampu dipenuhi oleh guru di sekolah dasar untuk mampu menguatkan pendidikan karakter keislaman anak. Ini diungkapkan Mustaqim, kepala SD Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Magelang saat dihadirkan mengisi kuliah umum mahasiswa Program Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Purworejo (PGSD UMP), di ruang seminar kampus, Jumat (30/11).

“Diperlukan keseimbangan dalam beberapa hal bagi guru untuk memaksimalkan kompetensi yakni kondisi hati atau keimanan yang baik, selalu mencerdaskan diri dan mengasah rasa atau kepekaan sosial dan menjadi kondisi fisik agar tetap prima,” kata Mustaqim.

Mustaqim mendorong agar calon guru sekolah dasar mampu menyeimbangkan diri sehingga mampu memberikan kontribusi dalam mewujudkan sekolah yang berkemajuan.

Wakil Rektor UMP Sugeng Eko Putro yang membuka kegiatan kulaih umum menyampaikan, sosok guru SD memiliki peranan besar untuk kemajuan dan peradaban bangsa. Di tangan mereka, pendidikan dasar diberikan yang akan menjadi pondasi bagi pendidikan selanjutnya.

“Penguatan jati diri menjadi hal yang mutlak diperlukan. Guru harus benar-benar bisa digugu dan ditiru, bukan wagu tur saru,” kata Sugeng.

Sementara itu, ketua panitia kegiatan Suyoto mengunkapkan tujuan diadakannya kuliah umum adalah membekali mahasiswa semester satu angkatan 2018 dengan pemahaman tentang kompetensi guru, salah satunya kompetensi kepribadian yang berwujud karakter ataupun akhlakul karimah yang harus selalu melekat dan diperkuat agar mampu mewujudkan sekolah yang berkemajuan.

“Kreativitas guru dalam bentuk edupreneur pun harus terus diasah dan dikembangkan agar selalu bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Kami memiliki beberapa agenda dengan harapan calon guru SD bisa mendapatkan banyak bekal pengalaman,” kata Suyoto. (udi/laz/er/mg3)