Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul telah ditetapkan sebagai kawasan wisata minat khusus. Ada kurang lebih 15 titik wisata di Gedangsari. Sebagai besar objek wisata yang dijual adalah perbukitan. Kenyataan saat ini infrastruktur di kecamatan ini belum cukup memadai.

“Padahal untuk menarik kedatangan wisatawan harus didukung dengan infrastruktur,” ujar Camat Gedangsari Martono Iman Santoso Jumat (30/11).

Pernyataan itu disampaikan Martono saat Kampanye Sadar Wisata 2018 Dinas Pariwisata DIY di pendapa Kecamatan Gedangsari. Acara itu diikuti para pengelola kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan kepala desa se-Gedangsari.

Dikatakan, Gedangsari sebenarnya layak menjadi kawasan strategis provinsi. Selain destinasi wisatanya beragam, kecamatan pecahan dari Nglipar dan Patuk ini juga menyimpan banyak artefak geologi. Ada watu gajah yang usianya lebih tua dari Gunung Api Purba Nglanggeran. Lalu di Desa Tegalrejo terdapat Trenggono, gunung tertua di Pulau Jawa.

Sekretaris Komisi B DPRD DIY Suparja meyakini lima tahun ke depan, Gedangsari menjadi tujuan wisata dunia. Gedangsari menjadi destinasi wisata minat khusus, ilmiah dan agrowisata. Infrastruktur juga tengah dibangun. Di antaranya adanya Jembatan Ngalang-Nguwot. Lalu ada pembebasan lahan seluas 9,6 hektare yang dibiayai dana keistimewaan (danais).

“Rest area di Ngalang akan menjadi terminal pariwisata internasional,” bebernya. Terminal tersebut diharapkan dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat. Di Ngalang ada geopark yang berpotensi menjadi magnet dunia.

Gedangsari yang berada di utara harus dikembangkan menjadi kawasan wisata. Di wilayah itu tidak diizinkan dibangun hotel. Tapi homestay. Demi mempercepat ketertinggalan, Gubernur DIY telah menerbitkan Peraturan Gubernur No. 193 Tahun 2017 tentang Percepatan Penanganan Kemiskinan di Gedangsari. “Gubernur sudah menjadikan Gedangsari sebagai prioritas pembangunan,” ungkap Suparja.

Sekretaris Dinas Pariwisata DIY Rose Sutikno menilai pengelolaan wisata di Gedangsari relatif sudah baik. Pokdarwis harus sudah ada pengesahan dari Dinas Pariwisata Gunungkidul. Diingatkan, dinas pariwisata tidak bisa mengembangakan jika poldarwis tidak mempunyai rencana ke depan yang jelas.
“Pokdarwis harus memperhatikan Sapta Pesona. Jangan buru-buru mempromosikan destinasi wisata.Siapkan dulu dan lengkapi fasilitasnya,” sarannya. Destinasi wisata perlu dukungan infrastruktur, transportasi dan kuliner. Dengan begitu pengunjung tidak kapok dan bahkan ingin kembali. (kus/zl/mg3)