Anggota Komisi D DPRD DIY Nandar Winoro mengatakan banyak peluang usaha yang bisa dikembangkan anak-anak muda. Salah satu potensi itu adalah menekuni usaha melalui online. “Bisnis online sedang menjadi tren. Peluangnya besar dan pasarnya luas,” ungkap Nandar di Balai Desa Banjararum, Nanggulan, Kulonprogo, Jumat (30/11).

Nandar memberikan motivasi agar anak muda tidak takut menjadi pebisnis. Mereka juga diwanti-wanti tidak khawatir melangkah. “Apalagi berpikir mengalami kegagalan. Jangan pernah itu ada di pikiran. Maju dan terus melangkah,” ajaknya memberikan semangat di depan peserta Pelatihan Socioentrepreneur.

Pelatihan itu diadakan Balai Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY. Kegiatan diikuti tak kurang dari 100 peserta. Dalam kesempatan itu, dia juga menerangkan tugas pokok dan fungsi anggota DPRD DIY.

Menurut Nandar, anggota dewan mengemban tiga fungsi. Yakni Anggaran, pengawasan dan legislasi. Tiga hal itu harus seiring sejalan dan berimbang. Selama ini, DPRD DIY juga mendukung berbagai kegiatan Pemda DIY seperti diadakan BPO Disdikpira DIY. “Kami support penuh pelatihan ini karena sasarannya jelas. Anak-anak muda,” ujar Nandar.

Suyamto dari BPO Disdikpora DIY menilai peluang usaha di Kulonprogo semakin terbuka dan beragam. Apalagi tak lama lagi bandara internasional baru beroperasi di Temon, Kulonprogo. “Peluang itu bisa ditangkap,” katanya.

Suyamto menambahkan, berbagai potensi maupun peluang dapat dimaksimalkan. Selama BPO Disdikpora DIY banyak memberikan pelatihan keterampilan bagi pemuda.

Di antaranya menjahit, tata busana, tata rias, bengkel, peternakan, dan pemandu wisata. Setelah pelatihan peserta dimagangkan selama satu minggu. Pemagangan bertujuan agar ilmu yang didapatkan bisa dikembangkan secara optimal.

BPO juga memberikan pelatihan bagi pemuda menjalankan agrobisnis. Waktunya selama 14 hari. Peserta dibantu bibit dan pupuk. Juga disewakan lahan seluas 2.500 meter persegi. Masa sewa selama dua tahun. “Lewat kegiatan itu, kami berharap kemandirian ekonomi masyarakat terbangun,” kata birokrat yang tinggal di Argomulyo, Sedayu, Bantul.

Setiap wilayah, kata Suyamto, punya potensi masing-masing. Persoalan yang kerap muncul terkait dengan pemasaran. Saat ini masyarakat sedang mengalami kesulitan pemasaran. Khususnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Padahal pemasaran menjadi ujung tombak kemajuan usaha. Menyikapi masalah itu, BPO DIY berinisiatif mengadakan pelatihan Socioentrepreneur. Di antaranya pelatihan pemanfaatan melalui internet untuk membantu pemasaran usaha. “Itu menjadi latar belakang kenapa kami getol melakukan pelatihan pemasaran secara online,” katanya.

Narasumber lain yang tampil adalah Akbar Patria. Dia dikenal sebagai mentor bisnis online. Akbar mengungkapkan peluang dikembangkannya bisnis online untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di desa. “Sekarang tumbuh sejumlah badan usaha milik desa,” ujar Akbar. (kus/by/mg3)