MAGELANG – Pemkot Magelang kembali memberikan bantuan sosial (bansos) kepada individu atau kelompok masyarakat. Bantuan melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) itu bersumber dari APBD 2018 Perubahan. Sebanyak 1.001 penerima menerima dalam bentuk non tunai atau melalui mekanisme transfer ke nomor rekening bank masing-masing.

“Penyerahan secara non tunai ini dilakukan dalam rangka mewujudkan transparansi dan akuntabilitas penyaluran bansos. Agar bansos benar-benar diterima oleh yang berhak,” kata Kepala BPKAD Pemkot Magelang Larsita Jumat (30/11). Penyerahan dilakukan di Gedung Wiji Pinilih.

Jumlah bansos Rp 2.306.008.000 dengan besaran yang diserahkan kepada para penerima bervariasi, tergantung proposal pengajuan dan persetujuan BPKAD. Bantuan itu dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas jangkauan pelayanan sosial kepada masyarakat dengan memperhatikan asas keadilan, kepatutan, rasionalitas dan manfaat berdasarkan ketentuan perundangan.

“Penyerahan bansos ini juga sebagai bentuk perhatian dan komitmen pemerintah daerah untuk membantu meringankan anggota atau kelompok masyarakat yang tidak mampu. Agar dapat memenuhi kebutuhan minimumnya serta untuk melindungi dari kemungkinan terjadinya risiko sosial,” tuturnya.

Sementara itu, Penjabat Sekda Pemkot Magelang Sumartono mengatakan, pemberian bansos merupakan wujud perhatian dan komitmen pemkot. Terutama dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan di bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial kepada masyarakat dalam arti luas. “Agar mampu tumbuh sikap dan tekad kemandirian dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pemberian bansos juga dimaksudkan untuk memperluas jangkauan pelayanan sosial kepada masyarakat dalam rangka menunjang pencapaian sasaran program dan kegiatan pemerintah daerah. Dengan memperhatikan asas keadilan, kepatutan, rasionalitas dan manfaat bagi masyarakat. Juga berdasarkan ketentuan peraturan perundangan.

Adapun kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Sumartono meminta agar dilakukan pengawasan terhadap penggunaan dan penyaluran bansos. Sehingga bansos itu tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat lapran pertanggungjawabannya. (dem/laz/er/mg3)