JOGJA-Dinas Kesehatan Kota Jogja memberikan penghargaan untuk 185 rukun warga (RW) sebagai wilayah Bebas Asap Rokok. Pemberian penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat karena sudah melakukan langkah untuk mengurangi dampak buruk rokok di lingkungannya.

Sekertaris Dinas Kesehatan Kota Jogja Agus Sudrajat mengatakan, program RW Bebas Asap Rokok ini sudah dilakukan sejak 2010. Sampai saat ini program ini terus dilakukan lewat berbagai upaya dalam rangka meningkatkan jumlah RW tersebut. “Hal ini untuk mencegah dampak buruk asap rokok,” jelasnya.

Ditambahkannya, dengan penghargaan ini kepada beberapa ketua RW juga sebagai bentuk apresiasi. Dengan penghargaan ini pula dapat menjadi contoh RW lain agar mau ikut menjadi RW Bebas Asap Rokok.”Harapannya seluruh RW di Kota Jogja bisa bebas asap rokok,” harapnya.

Untuk meningkatkan jumlah wilayah bebas asap rokok, perlu usaha dan peran berbagai pihak. Selain dukungan dari pemerintah, kesadaran masyaratkat dan peran akademisi menjadi aspek penting peningkatan kesehatan. Upaya itu harus dimulai dari lingkup yang kecil seperti rukun warga. “RW Bebas Asap Rokok bukanlah lingkungan yang melarang warganya merokok. Namun adalah suatu wilayah yang membatasi untuk merokok di sembarang tempat,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menambahkan, pengurangan dampak asap rokok memang perlu dilakukan. Hal ini untuk menjaga generasi mendatang agar mendapat kesehatan yang lebih baik.

Ke depan, Heroe juga berjanji akan terus meningkatkan jumlah tempat khusus merokok di Kota Jogja. Khususnya di ruang publik. Seperti contohnya tempat wisata atau fasilitas umum. Hal ini juga sebagai langkah mengurangi sampah dari puntung rokok. Sekarang pemerintah juga mendorong betul-betul kawasan tanpa rokok.”Tempat seperti mal, hotel sudah seharusnya dipisahkan tempat merokoknya,” tambahnya. (cr5/din/zl/mg3)