SLEMAN- Setelah memastikan berlaga di Liga 1, PSS Sleman mengincar gelar juara Liga 2 musim ini. Kepalang tanggung, kegembiraan yang membuncah usai mengalahkan Kalteng Putra di Stadion Maguwoharjo, Rabu (28/11) akan disempurnakan di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/12) mendatang.

Di partai puncak, Super Elang Jawa- julukan PSS Sleman akan menghadapi Semen Padang. Manajer PSS Sleman Sismantoro menyatakan kemenangan di final menjadi pelengkap timnya yang telah memastikan tiket ke Liga 1. Maka tidak ada kata lain bagi Bagus Nirwanto dkk, untuk bisa menorehkan gelar juara kasta kedua Liga Indonesia untuk yang pertama kalinya. ”Target kami jelas, juara Liga 2,” tegas Sismantoro.

Kabau Sirah-julukan Semen Padang memang menjadi lawan sepadan bagi PSS.Keduanya mencatatkan hasil terbaik di masing-masing grup pada dua baak penyisihan. PSS Sleman keluar sebagai pemuncak klasemen grup timur liga 2 Indonesia. Begitu pula dengan Semen Padang, tecatat sebagai capolista wilayah barat. Babak delapan besar, keduanya pun lolos sebagai juara di masing-masing grup.

Skuad asuhan Seto Nurdiyantara tidak perlu minder dengan nama besar Semen Pedang. Harus diakui, tim asal Kota Padang tersebut memiliki sejarah cukup mentereng di kasta tertinggi Liga Indonesia.

Usia Semen Padang hanya terpaut empat tahun saja dari PSS Sleman yang lahir pada 1976. Lahir pada 1980, hanya perlu dua tahun saja bagi Kabau Sirah untuk promosi ke Divisi Utama Galatama. Tahun 1992 adalah momen emas Semen Padang, dengan menjuarai Piala Galatama. Saat itu, Arema menjadi korban keganasan mereka.

Selama mengarungi kasta tertinggi Liga Indonesia, juara Liga Prima 2011/2012 ini tergedradasi setahun lalu, tepatnya di musim 2017. Ketika itu, Semen Padang diarsiteki Syafiranto Rusli. Kemenangan 2-0 atas PS TNI (kini PS Tira, Red) di Stadion H Agus Salim, tak banyak membantu Vendry Mofu dkk untuk bertahan di Liga 1.

Bagaimana dengan PSS Sleman? Tim kebanggaan warga Sleman ini memang terbilang baru berbicara di kancah sepak bola nasional. Naik kasta di tahun 2000, Super Elja hanya mampu bertahan tujuh tahun saja.

Setelah berpindah home base dari Tridadi ke Stadion Maguwoharjo, prestasi mentereng PSS Sleman di sepak bola tak kunjung muncul. Praktis selama satu dekade lebih PSS Sleman selalu berkutat di kasta kedua Liga Indonesia.

Dan penantian panjang tersebut, akhirnya terbayar lunas pada musim ini. Kemenangan 2-0 atas Kalteng Putra, Rabu (28/11) memastikan satu tempat ke Liga 1. Begitu pula dengan Semen Padang. Kemenangan 3-1 dari Pendekar Cisadane- julukan Persita mengembalikan Kerbau Sirah kehabitat lamanya kasta tertinggi Liga Indonesia.

Pertarungan PSS dan Semen Padang memiliki gengsi tersendiri. Keduanya akan mewakili pertarungan tim asal Sumatera dan Jawa untuk menjadi yang terbaik di kasta kedua.

Seto mengaku belum mengetahui kekuatan Semen Padang. Sebab, pertemuan keduanya baru terjadi di babak final. Tapi ada pemain yang dia kenal karakter bermainnya. Secara keseluruhan, Seto memberikan pujian bahwa lawan yang dihadapi memiliki kualitas bermain yang cukup mumpuni. ”Jelas Semen Padang tim yang bagus,” pujinya.

Pelatih Semen Padang Syafrianto Rusli keberhasilan membawa timnya nai kasta ke liga satu menjadi penebus kegagalan di musim sebelumnya. Dia pun bertekad, mempersembahkan gelar juara bagi warga Padang. ”Kami akan tuntaskan. Sekarang waktunya melakukan evaluasi dan mempersiapkan tim menyambut final,” jelasnya. (bhn/din/mg3)

(GRAFIS: HERPRI KARTUN, FOTO-FOTO: GUNTUR AGA TIRTANA-SETIAKY A. KUSUMA-ELANG KHARISMA D/RADAR JOGJA)