JOGJA – Keberadaan New Yogyakarta International Airport (NYIA) menimbulkan kekhawatiran berdampak pada permasalahan perempuan dan anak di Kulonprogo. Itu menjadi salah satu alasan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIJ memaksimalkan peran forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) DIJ.

Kepala Bidang Pengembangan Partisipasi Perempuan (PPP) BPPM DIJ, Nelly Tristiana menjelaskan Puspa DIJ terbentuk sejak tahun 2017 yang diamanakan oleh Peratuan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Seluruh Kabupaten dan Kota di DIJ sudah dikumpulkan untuk menganalisis masalah.

“Salah satu perhatian kami dampak NYIA, yaitu kekerasan pada wanita, tindak perdagangan manusia, dan terkait masyarakat Kulon Progo tidak hanya menjadi penonton melainkan mampu memajukan ekonomi di Kulon Progo khususnya perempuan,” jelas Nelly kepada Radar Jogja disela-sela acara Fasilitasi Forum Puspa Kabupaten/Kota, Kamis (29/11).

Perubahan masyarakat yang dihadapi oleh Kulonprogo, diharapkan tidak berdampak pada permasalahan perempuan dan anak. Di Kulonprogo, tambah Nelly, ada lima desa terdampak NYIA. Salah satunya adalah desa Paliyan. Puspa DIJ melakukan berbagai kegiatan dan sosialisasi di Desa tersebut, diantaranya sosialisasi tentang kekerasan terhadap perembuan dan anak, dan pelatihan bagi calon pengantin dan keluarga muda. “Ada pula pelatihan pemberdayaan ekonomi perempuan diberikan kepada masyarakat yang terdampak,” katanya.

Salah satu Kabupaten di DIJ yang telah membentuk forum Puspa adalah Kabupaten Sleman. Kasi Kualitas Hidup Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman, Ambar Sulistyaningrum mengaku telah melakukan kegiatan bersama forum Puspa sejak 2017.

Puspa Sleman menginisiasi memberikan penghargaan kepada 10 orang sebagai penggiat perempuan dan anak. 10 inspirator terpilih berasal dari lembaga masyarakat, pengusaha, dan akademisi. “Dengan acara seperti ini bisa meginspirasi masyarakat utnuk meningkatkan derajat perempuan dan anak untuk lebih sejahtera,” kata Ambar. (cr7/pra)