BANTUL – Sunanto atau yang karab disapa Cak Nanto terpilih menggantikan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah. Di bawah kepemimpinanya Pemuda Muhammadiyah tidak akan ditarik dalam dunia politik.

”Muhammadiyah adalah gerakan Islam, dakwah dan kultural. Tidak boleh menyeretnya kepada kepentingan politik pragmatis. Individu-Individu silakan, itu pilihan, tapi jangan bawa-bawa nama besar muhammadiyah,” ujar Cak Nanto, Kamis (29/11).

Menurutnya, di tahun politik ini, warga Muhammadiyah harus kembali ke khitah. Dalam pilihan politik warga Muhammadiyah tidak dipaksakan. Itu sesuai dengan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nasir yang meminta semua kader menjaha khitah Persyarikatan Muhammadiyah. ”Harus menjaga kedekatan yang sama dengan parpol dan calon presiden,” katanya.

Pria asal Madura itu terpilih sebagai Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah setelah memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan. Dia akan memimpin untuk periode 2018-2022. Cak Nanto memperoleh 590 suara, disusul Ahmad Labib dengan 292 suara, dan Fanani sebanyak 266 suara. Sementara tiga kandidat lain, Sukron mendapatkan dua suara, Faisal dua suara dan Fajar tak mendapatkan suara. (cr7/pra/ila)