JOGJA – Para pejabat eselon II di lingkungan Pemkot Jogja akan di-rolling dalam waktu dekat. Terlebih sudah beredar surat edaran dari Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti yang melarang pejabat eselon II untuk bepergian ke luar kota. Rotasi pejabat eselon II sebagai bagian dari penataan di internal Pemkot Jogja.

Dari informasi yang diperoleh Radar Jogja, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti sudah mengantongi nama-nama pejabat yang akan dirotasi. Pelantikan bahkan bisa dilakukan (Jumat, 30/11). “Hasil dari panitia seleksi (Pansel) untuk rotasi maupun lelang jabatan sudah di tangan Wali Kota,” ujar sumber di Balai Kota Jogja yang enggan namanya dikorankan Kamis (29/11).

Pada tahap pertama ini beberapa pejabat eselon II akan pindah. Nama-nama yang beredar seperti Sarjono yang menjadi Asisten Sekretaris Daerah Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) yang definitif. Saat ini Muhammad Sardjono rangkap jabatan Staf Ahli Wali Kota bidang Kesra dan Pelaksana Tugas (Plt) Asisekda Kesra. Sedang untuk Aseksda Administrasi Umum yang lowong selepas MK Pontjosiwi pensiun akan diisi oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kadri Renggono.

Selain itu Staf Ahli Wali Kota bidang Perekonomian yang saat ini juga menjabat Plt Kepala Dinas Sosial, Bedjo Suwarno akan menjadi Kepala Dinsos definitif.

Sedang Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan Maryustion Tonang yang digeser menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan (DPMP). “Kepala DPMP saat ini Heri Karyawan dirotasi ke Dinas Pariwisata,” tuturnya.

Selain itu ada juga Komandan Satpol PP Kota Jogja Nurwidi Hartana yang akan dipindah menjadi Kepala Dinas Perhubungan. Sementara Kepala Dishub saat ini Wirawan Hario Yudho akan ditempatkan menjadi Staf Ahli Wali Kota.

Hingga saat ini masih terdapat 13 jabatan tinggi pratama atau eselon II di Pemkot Jogja yang lowong dan posisinya diisi oleh Plt.

Dikonfirmasi terpisah anggota Komisi A DPRD Kota Jogja Bambang Anjar Jalumurti mengaku belum mendapat informasi akan adanya pelantikan pejabat. Tapi dari informasi yang diperolehnya Pansel Mutasi sudah menyelesaikan tugasnya minggu lalu. “Informasi memang bukan dari institusi resmi, tapi diyakinkan Pansel sudah melaporkan hasilnya ke Wali Kota,” ungkapnya.

Politikus PKS itu sendiri juga tidak kaget jika Pemkot Jogja tiba-tiba melakukan pelantikan pejabat eselon II. Menurut dia sudah sering Komisi A tidak diberitahu jika akan dilakukan pelantikan.

“Tiba-tiba saat rapat Komisi, mitra kerja kami dari eksekutif sudah berubah. Ternyata sebelumnya sudah ada mutasi,” katanya. “Ya sebaiknya sebagai mitra kerja dalam pembangunan diinformasikan dulu,” sambungnya.

Sebelumnya HS mengindikasikan sebelum dilakukan pelantikan pejabat eselon II yang lowong, akan dilakukan rotasi terlebih dahulu. Untuk itu Pemkot Jogja sudah membuat dua Pansel untuk mutasi maupun lelang jabatan. (cr5/pra)

(ILUSTRASI: ERWAN TRI CAHYO/RADAR JOGJA)