Anggota Komisi D DPRD DIY Soleh Wibowo mengapresiasi kegiatan Pembinaan Kepribadian Generasi Muda Pelatihan Socioentrepreneur. Pelatihan diinisiasi Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) baru saja berlangsung di gedung PCNU Kabupaten Kulonprogo Jalan KH Ahmad Dahlan Km 1 Sebokarang, Wates, Kulonprogo.

Acaranya berlangsung pada Rabu 28 November 2018. Tak kurang 100 orang pemuda mengikuti pelatihan itu. Mereka berasal dari sejumlah kecamatan di kabupaten bermotto Binangun tersebut. Narasumber yang tampil dari kalangan praktisi bisnis dan BPO Disdikpora DIY.

“Pelatihan Socioentrepreneur memang menyasar kalangan muda,” ungkap Soleh Kamis (29/11).

Dikatakan, dengan mendatangkan praktisi bisnis, diharapkan memotivasi para pemuda di Kulonprogo menjadi wirausaha. “Pengalaman praktis itulah yang hendak ditularkan kepada peserta,” lanjutnya.

Anggota dewan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kulonprogo ini ingin pelatihan Socioentrepreneur menginspirasi anak-anak muda menjadi entrepreneur. Dengan menjadi entrepreneur mampu menciptakan potensi lapangan kerja. “Baik itu untuk dirinya sendiri maupun orang lain,” ujar Soleh.

Dia mendukung penuh setiap kegiatan BPO Disdikpora DIY yang bertujuan memberdayakan potensi generasi muda. Termasuk pelatihan-pelatihan ekonomi produktif yang mendorong mereka menjadi wirausaha andal, tangguh dan mandiri.

“Tugas pemerintah daerah adalah memfasilitasinya,” terang anggota dewan asal Karangwuni, Wates, Kulonprogo ini.

Adapun narasumber dari kalangan praktisi bisnis adalah Suharyanto. Kepada peserta dia berpesan menjadi wirausaha bukan hal sulit. Modal utamanya adalah niat, tekad dan keseriusan serta fokus. “Itu menjadi kunci,” pesannya. Di era digital itu, peluang anak muda membuka usaha melalui online semakin terbuka luas.

Suyamto dari BPO Disdikpora DIY menilai peluang usaha di Kulonprogo semakin terbuka dan beragam. Apalagi tak lama lagi bandara internasional baru beroperasi di Temon, Kulonprogo. “Peluang itu bisa ditangkap,” katanya.

Suyamto menambahkan, berbagai potensi maupun peluang dapat dimaksimalkan. Selama BPO Disdikpora DIY banyak memberikan pelatihan keterampilan bagi pemuda.

Di antaranya menjahit, tata busana, tata rias, bengkel, peternakan, dan pemandu wisata. Setelah pelatihan peserta dimagangkan selama satu minggu. Pemagangan bertujuan agar ilmu yang didapatkan bisa dikembangkan secara optimal.

BPO juga memberikan pelatihan bagi pemuda menjalankan agrobisnis. Waktunya selama 14 hari. Peserta dibantu bibit dan pupuk. Juga disewakan lahan seluas 2.500 meter persegi. Masa sewa selama dua tahun. “Lewat kegiatan itu, kami berharap kemandirian ekonomi masyarakat terbangun,” kata birokrat yang tinggal di Argomulyo, Sedayu, Bantul.

Setiap wilayah, kata Suyamto, punya potensi masing-masing. Persoalan yang kerap muncul terkait dengan pemasaran. Saat ini masyarakat sedang mengalami kesulitan pemasaran. Khususnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Padahal pemasaran menjadi ujung tombak kemajuan usaha. Menyikapi masalah itu, BPO DIY berinisiatif mengadakan pelatihan Socioentrepreneur. Di antaranya pelatihan pemanfaatan melalui internet untuk membantu pemasaran usaha. “Itu menjadi latar belakang kenapa kami getol melakukan pelatihan pemasaran secara online,” katanya. (kus/zl/mg3)