BANTUL – Ada banyak cara maupun media untuk mengangkat motivasi. Khususnya siswa sekolah. Baik taman kanak-kanak (TK) maupun sekolah dasar (SD). Salah satunya melalui film. Metode ini pula yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bantul.

Kepala Bidang Pelayanan, Dispusip Bantul Dra Suprihastuti MM menyebut ada berbagai layanan yang tersedia di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bantul. Semuanya untuk pengunjung.Di antaranya layanan film edukasi.

”Layanan ini (film edukasi) sudah ada sejak lama,” jelas Tuti, sapaan Suprihastuti, di kantornya Kamis (29/11).

Layanan ini terletak di lantai tiga perpusda. Ruangannya cukup luas. Mampu menampung 200 pengunjung. Di sini, pengunjung dapat menikmati ratusan koleksi judul film edukasi. Dari berbagai genre. Melalui giant screen.

Menurutnya, target layanan film edukasi persis dengan sejumlah layanan perpusda yang lain. Untuk semua pengunjung. Namun, di antara pengunjung yang sering menikmatinya adalah siswa TK dan SD.

”Untuk siswa SMP dan SMA kecenderungannya mengikuti kegiatan lainnya. Seperti bedah buku,” ucapnya.

Yang paling sering di-request siswa TK dan SD adalah film edukasi olahraga. Siswa tak canggung ikut memeragakan. Bersama-sama. Di dalam ruangan. Mengikuti apa yang dipraktikkan dalam film. Kendati begitu, Tuti memastikan semuanya berunsur edukatif. Nilai plusnya lagi ada pustakawan yang mendampingi.

”Teman pustakawan juga memberikan penjelasan tentang apa yang sedang diputar ,” ujar Tuti menyebut ada 400-an koleksi judul film edukasi yang dimiliki perpusda.

Layanan film edukasi pas untuk anak-anak. Di tengah demam gadget yang kian mengkhawatirkan. Lantaran jamak game yang berpengaruh buruk terhadap anak-anak. Sebut saja game perkelahian atau baku tembak. Yang penuh dengan aksi kekerasan. Yang notabene game paling digandrungi anak-anak. Nah, berbagai koleksi judul film ini penuh dengan pesan motivasi.

”Targetnya anak-anak senang, dapat pengetahuan baru, dan cerdas,” harapnya.

Target lainnya pengunjung perpusda semakin bertambah. Sebab, siswa bakal ketagihan untuk datang berkunjung lagi. Menikmati koleksi judul film lainnya. Ujungnya menjadi pemustaka atau anggota baru perpusda. Tuti melihat ada kecenderungan itu. Tidak sedikit rombongan satu sekolah datang lagi. Hingga beberapa kali. Namun, Tuti mewanti-wanti rombongan siswa harus mengajukan permohonan. Khawatirnya bertabrakan dengan rombongan siswa dari sekolah lain.

”Tidak ada pungutan untuk pemutaran film. Gratis,” tegasnya.

Kendati ada tren peningkatan, Tuti menegaskan dispusip tak akan berpuas diri. Dinas tetap menggencarkan sosialisasi layanan film edukasi. Agar seluruh siswa TK dan SD se-Bantul datang berkunjung. Menikmati layanan film edukasi. Seperti rombongan siswa dari Srandakan.

”Mereka datang beberapa hari lalu. Ada 400-an siswa. Mereka minta diputarkan film,” tuturnya.

CERIA: Puluhan siswa taman kanak-kanak berfoto bersama usai berkunjung di Perpusda Bantul. (DISPUSIP FOR RADAR JOGJA)

Rombongan siswa yang berkunjung, kata Tuti, tidak semuanya mengetahui layanan film edukasi. Terkadang, mereka datang hanya untuk membaca berbagai koleksi buku perpusda. Pustakawanlah yang akhirnya berusaha memperkenalkannya. Sekaligus menawarkan. Apakah mereka tertarik untuk menikmati layanan film edukasi atau tidak.

”Itu sekaligus sebagai sosialisasi,” tambahnya.

Kepala Dispusip Bantul Drs Agus Sulistiyana MM memastikan jumlah pengunjung perpusda naik signifikan tahun ini. Pada 2017, contohnya. Jumlah pengunjung 518.693 orang. Sedangkan per Oktober 2018 menembus 604.272 pengunjung. Begitu pula dengan indeks kepuasan masyarakat (IKM). Mencapai 82,5 persen. Kendati begitu, Agus memastikan dispusip bakal terus berbenah. Juga menambah fasilitas layanan baru. Seiring dengan peningkatan jumlah kunjungan.

”Hari Sabtu-Minggu perpusda tetap buka. Biasanya malah lebih ramai,” katanya. (**/zam/by/mg3)