SLEMAN – Tudingan Manajer Madura FC Januar Herwanto tentang dugaan pengaturan skor pada laga PSS Sleman kontra Madura FC di babak delapan besar Liga 2 Indonesia beberapa waktu lalu membuat manajemen PSS Sleman geram. Manajer PSS Sleman Sismantoro menampik bahwa timnya terlibat dalam pengaturan skor seperti yang ditudingkan.

Pada laga yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Madura FC menyerah 0-1 dari tuan rumah PSS Sleman. Gol semata wayang Super Elang Jawa terjadi melalui bunuh diri pemain belakang Madura FC, Choirul di menit ke-83.

Setelah kekalahan tersebut, Januar buka suara mengenai upaya pengaturan skor melalui iming-iming uang yang ditawarkan padanya. Iming-iming tersebut disampaikan oleh anggota Exco PSSI, Hidayat. Disebutkan bahwa ada iming-iming uang sebesar Rp 110 juta agar Madura FC mengalah dari PSS.

Mendengar kabar tersebut, Sismantoro menantang kepada pihak yang dirugikan untuk melaporkan persoalan tersebut ke pihak kepolisian. Menurut Sismantoro, apa yang dilontarkan Yanuar, untuk menyudutkan PSS Sleman tidak ada bukti yang kuat. ”Saya tidak pernah komunikasi dengan dia (Yanuar, Red). Saya tidak tahu motif dia apa?” kata Sismantoro.

Pria yang menjabat sebagai lurah Candibinangun, Pakem ini pun siap jika nanti dipertemukan dengan pihak Madura FC. Menurutnya apa yang telah dilontarkan oleh Yanuar, sangat menyudutkan timnya yang telah memastikan diri lolos ke Liga 1.”Silahkan crosscek, jangan hanya teriak-teriak , bongkar kalau gitu,” jelasnya.

Sismantoro, juga meminta agar keganjilan di laga penutup Grup B antara Madura FC melawan Persita Tanggerang juga dibongkar. Menurutnya, kekalahan Madura FC 1-2 dari Persita Tanggerang di Stadion Ahmad Yani yang notabene markas dari Laskar Joko Tole sangat tidak wajar. Apalagi akibat kekalahan Madura, memuluskan langkah Persita Tanggerang untuk melenggang ke semifinal.

Padahal, secara matematis, Madura FC merupakan tim yang cukup kuat di kandang sendiri. Bahkan saat itu PSS Sleman pun tersungkur di Ahmad Yani. Bahkan, kekalahan Madura FC dari Persita membuat pelatih Persiraja Banda Aceh Akhyar Ilyas geram. Sebab, akibat kelahan tersebut, peluang Laskar Rencong ke semifinal menjadi tertutup. “Padahal, sejak awal pertandingan Madura FC menjadi tim yang sulit ditaklukan di kandang. bisa kalah?” keluh Akhyar saat memastikan timnya gagal ke semifinal.

Bila Madura FC yang memenangkan laga, maka Persiraja lah yang akan melaju ke semifinal karena unggul head-to-head dari Madura FC meski memiliki nilai sama. ”Jangan karena timnya gagal lantas tidak suka kemudian kami yang dipojokkan,” ujarnya. (bhn/din/by/mg3)