KULONPROGO – Pembangunan masjid baru pengganti Masjid Al Hidayah terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Desa Palihan selesai. Namun warga setempat belum berani menggunakannya. Sebab belum ada serah terima resmi.

Masjid senilai Rp 450 juta tersebut berdiri cukup megah di dekat sisi barat kompleks relokasi Pedukuhan Kragon II, Desa Palihan. “Fisik bangunan sudah selesai 100 persen,’’ kata Nadzir Masjid Al Hidayah, Muslihudin Sukardi, Rabu (28/11).

Masjid baru tersebut sudah bisa dipakai dan layak untuk kegiatan ibadah. ‘’Karena sudah dilengkapi instalasi air dan listrik, lantai keramik, dan eternit sudah terpasang,” kata Muslihudin.

Dikatakan, masjid tersebut dibutuhkan oleh warga terdampak NYIA. Masjid berdiri di atas lahan seluas 788,2 meter persegi, lebih luas dibanding masjid lama yang hanya 292 meter persegi.

“Memang belum ada obrolan lagi dengan PT Angkasa Pura (AP) I. Kami berharap masjid bisa segera diserahkan dan bisa digunakan,” kata Muslihudin.

Masjid Al Hidayah lama merupakan bangunan yang terdampak NYIA. Selama ini, bengunan tersebut dijadikan pusat aktivitas warga penolak NYIA.

Pembangunan masjid baru ditangani langsung PT AP I selaku pemrakarsa pembangunan NYIA melalui anak perusahaannya PT Angkasa Pura Property. Dana pembangunan masjid pengganti berukuran 12×12 meter itu berasal dari kompensasi pembebasan lahan wakaf, bangunan masjid, dan sarana pendukung lain (SPL) berdasarkan penaksiran nilai apraisal.

Muslihudin mengatakan, pihaknya telah mengajukan proposal permohonan bantuan dana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) kepada AP I senilai Rp 800 juta. Dana tersebut untuk melengkapi sarana prasarana masjid.

Di antaranya untuk pembangunan pagar dan serambi serta tempat wudhu, pengadaan sound system, dan karpet. Namun, belum ada respons lebih lanjut dari AP I. Sementara pihaknya akan memanfaatkan barang-barang dari masjid lama.

Project Manager Pembangunan NYIA dari AP I, Taochid Purnama Hadi mengaku belum memantau perkembangan pembangunan masjid AL Hidayah. Dia tengah berada di luar kota.

Taochid berjanji serah terima akan segera dilakukan kepada nazir dan takmir jika pembangunan sudah selesai. Sehingga bisa digunakan warga untuk beribadah.

Adapun bangunan masjid lama yang berada di dalam lokasi proyek masih dikoordinasikan proses perobohannya. “Kami masih menyusun rencana terbaik,” ujar Taochid. (tom/iwa/rg/mg3)