BANTUL – Ada fasilitas baru di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bantul. Namanya ruang baca outdoor. Meski belum diresmikan, fasilitas yang terletak di sebelah utara perpusda ini telah dimanfaatkan banyak pengunjung.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bantul Dra Hj Suprihastuti MM, letak ruang baca outdoor sangat strategis. Lingkungan sekitarnya juga nyaman. Banyak pepohonan rindang di sekitarnya. Selain asri, suasana di ruang baca outdoor nyaman.

Suprihastuti

”Sehingga pengunjung maupun warga merasa nyaman beraktivitas di sana,” jelas Tuti, sapaan Suprihastuti, di kantornya Rabu (28/11).

Ada berbagai elemen masyarakat yang memanfaatkan ruang baca outdoor. Yang paling sering, komunitas tari, siswa taman kanak-kanak (TK), anggota pramuka, dan masyarakat umum. Biasanya, komunitas tari memanfaatkan pendapa di ruang baca outdoor untuk latihan tari. Setiap hari Sabtu.

”Setelah berkunjung di perpusda, siswa TK biasanya mampir (ruang baca outdoor). Anggota pramuka biasanya latihan,” ucapnya.

Ruang baca outdoor, Tuti mengatakan, didesain super nyaman. Sebab, fasilitas yang berdiri di atas tanah kas desa itu memang untuk memanjakan pengunjung perpusda. Harapannya, pengunjung dapat membaca berbagai koleksi buku perpusda dengan suasana lain. Suasana yang jauh dari kesan ”serius” ala ruang baca perpustakaan pada umumnya. Jadi, pengunjung di perpusda dapat membaca koleksi buku serasa di alam terbuka.

Ada beberapa fasilitas tambahan di ruang baca outdoor. Di antaranya, pendapa, gazebo, taman, ayunan, hingga kantin. Menurut Tuti, fasilitas ini bisa bertambah tahun depan. Seperti fasilitas free wifi hingga pukul 22.00. Sebab, dispusip ingin ruang baca outdoor tidak sekadar sebagai tempat untuk menikmati koleksi buku. Lebih dari itu, juga tempat tongkrongan sehat nan mencerdaskan bagi anak muda Bumi Projotamansari. Itu untuk memfasilitasi siswa atau mahasiswa yang ingin mengerjakan tugas sekolah atau kampus.

”Ketika malam layanan peminjaman buku memang tutup. Tapi, pengunjung nanti tetap dapat mengakses e-book,” katanya.

Kendati begitu, Tuti menekankan, konsep ini masih dalam tahap penggodokan. Dispusip masih merumuskan perencanaannya dengan matang. Toh, lampu penerangan di area ruang baca outdoor masih perlu ditambah.

”Termasuk siapa yang bertugas mengawasinya ketika dibuka malam hari,” tuturnya.

Yang pasti, menurut Tuti, ruang baca outdoor terbuka untuk siapapun. Masyarakat dapat memanfaatkannya untuk berbagai aktivitas literasi. Begitu pula dengan komunitas. Tapi, ada syarat bagi komunitas. Yaitu, mengajukan permohonan.

”Untuk sekarang selama kosong bisa dipakai. Gratis,” tegas Tuti mewanti-wanti pengguna ruang baca outdoor harus menjaga kebersihan.

Kepala Dispusip Bantul Drs Agus Sulistiyana MM menambahkan, fasilitas ruang baca outdoor sebagai keniscayaan. Itu untuk melengkapi pelayanan pengunjung. Agar perpusda tak hanya memiliki pelayanan ruang baca indoor. Fasilitas itu sekaligus persiapan perpusda menuju akreditasi A.

Lagi pula, kampanye literasi di Kabupaten Bantul belakangan ini begitu masif. Respons masyarakat juga positif.

”Perpusda saat ini berakreditasi B,” katanya.

Dalam penilaiannya, Agus melihat, tidak sedikit perpustakaan di Kabupaten Bantul yang memiliki fasilitas ruang baca outdoor. Terutama, perpustakaan sekolah. Bahkan, di antaranya ada yang berkreasi mempercantik ruang baca outdoor.

”Ada yang di bawah pohon rindang,” tuturnya.

Kendati ada penambahan berbagai fasilitas, Agus menyebut masih banyak PR. Yang paling mencolok adalah daya tampung perpusda. Dengan terus bertambahnya jumlah pengunjung membuat kapasitas perpusda overload. Terasa sempit.

”Sehingga idealnya butuh perluasan. Agar perpusda tidak hanya berstandar nasional. Harapannya bisa seperti perpusda DIJ,” harapnya.

Dengan berbagai inovasi pelayanan, Agus optimistis perpusda dapat lebih berkembang lagi.

”Pengunjungnya juga akan semakin banyak,” tambahnya. (**/zam/er/mg3)