BANTUL – Kasus dugaan penyelewengan dalam penyelenggaraan Kemah Pemuda Islam Indonesia semakin melebar. Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak berdalih tidak terlibat dalam acara yang didanai Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu. Termasuk dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ). Meski, nama dan tanda tangannya tercantum dalam LPJ.

”Itu (tanda tangan, Red) murni scan. Saya juga tidak tahu tanda tangan scan itu untuk apa,” kelit Dahnil, mengaku tidak pernah membubuhkan tanda tangan dalam LPJ panitia saat ditemui di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Rabu (28/11).

Sebagaimana diberitakan, Polda Metro Jaya sedang menyelidiki kasus dugaan penyelewengan Kemah Pemuda Islam Indonesia yang diselenggarakan di Prambanan Desember 2017. Di antara yang menjadi fokus penyidik adalah LPJ. Bahkan, penyidik Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan di Mapolda DIJ Selasa (27/11). Dari pemeriksaan terhadap Sundari, accounting Grand Tjokro, tempat penginapan peserta kemah diketahui ada dugaan mark up. Manajemen hotel berbintang empat itu hanya mengeluarkan tagihan Rp 29 juta. Namun, dalam LPJ disebutkan Rp 95 juta.

Karena itu, Dahnil merasa menjadi pesakitan. Terlebih ada upaya pembunuhan karakter terhadap dirinya. Sebab, berbagai tuduhan penyelewengan dialamatkan pada dirinya. Publik tidak menyoroti kegiatannya.

”Fitnah dialamatkan ke saya yang tidak mengerti apa-apa. Keluarga juga menjadi korban. Sangat disayangkan,” sesalnya.

Kendati begitu, Dahnil menghormati proses hukum yang berlaku. Meski, Badan Pemeriksa Keuangan maupun Kemenpora tidak menemukan masalah dalam penyelenggaraan kemah.

”Kami nggak tahu,” ucap Dahnil ketika disinggung apakah ada ”orang dalam” Pemuda Muhammadiyah yang ingin menjatuhkannya.

Berbeda dengan Dahnil, Ahmad Fanani enggan berkomentar. Pria yang juga panitia Kemah Pemuda Islam Indonesia ini tak ambil pusing. Dia saat ini hanya ingin fokus menghadapi muktamar.

”Biarin. Nanti kuasa hukum aja yang tangani,” ucap salah satu kandidat ketua umum Pemuda Muhammadiyah ini. (ega/zam/rg/mg3)