SLEMAN – MSTT Fakultas Teknik UGM bersama Gachon University Korea, didukung KOICA dan Samsung Electronic menggelar talkshow keselamatan berlalu lintas, Selasa (27/11). Talkshow bertajuk Stop Pelanggaran, Cegah Kecelakaan, Selamatkan Generasi Penerus Bangsa digelar di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo MM UGM Selasa (27/11).

“Anak-anak harus sadar dari awal soal keselamatan berkendara dan berlalu lintas. Apa saja yang dibutuhkan agar tidak ada lagi korban jiwa yang diakibatkan kecelakaan,” ujar Dosen MSTT UGM Sigit Priyanto.

Tampil tim polisi cilik (pocil) TK Bhayangkari dengan seragam polisi. Mereka menyuguhkan pertunjukkan tentang keselamatan berlalu lintas.

Dirlantas Polda DIJ Kombes Pol Latif Usman mengatakan dalam sehari di DIJ, satu orang meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Sementara di Indonesia dalam waktu satu jam, tiga orang meninggal di jalan raya.

“Korban masih belia berusia antara 16-25 tahun. Dari tahun ke tahun jumlahnya meningkat dan persentase usia remaja yang mengalami kecelakaan mendominasi,” ungkapnya.

Prof Huh Eok dari Gachon University Korea mengatakan tertib lalu lintas di Korea yang bisa diterapkan di Indonesia. Pendidikan berlalu lintas bisa diberikan di sekolah dasar.

“Dengan edukasi untuk anak dan orang tua, bisa meningkatkan ketertiban berlalu lintas. Bisa dimulai dari kampung-kampung dulu kemudian ke sekolah-sekolah,” kata Huh.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ Sigit Sapto Raharjo akan menggalakkan sosialisasi berlalu lintas aman pada anak didik di seluruh kabupaten/kota. “Masalah kecelakaan ini bukan hal sepele,” paparnya.

Sejak 2017, Sigit dan Huh Eok, didukung KOICA dan Samsung telah memulai program keselamatan berlalu lintas bagi anak. Sudah diproduksi dan didistribusi bahan ajar keselamatan lalu lintas bagi usia TK hingga SD kelas 1-4.

Ada pula penyusunan kurikulum formal mata kuliah Teori Keselamatan Lalu Lintas Lanjutan. Mata kuliah ini selama satu semester bagi mahasiswa pascasarjana Jurusan Teknik Transportasi UGM. (**/ita/iwa/by/mg3)