SLEMAN – Kasus jatuhnya siswi SD Kanisius Demangan Baru dari gedung lantai tiga, mengambang. Pihak sekolah enggan membuat laporan peristiwa tersebut.

Kapolsek Depok Barat Kompol Sukirin Hariyanta mengatakan pihak sekolah dan yayasan sudah mendatanginya. Mereka melaporkan kasus undang-undang informasi dan transaksi elektronik (UU ITE).

“Datangnya Sabtu (18/11) lalu. Tapi fokusnya ITE. Peristiwa jatuhnya siswi justru tidak dilaporkan,” kata Sukirin, Selasa (27/11).

Dia meminta pelapor bijak. Dalam ranah tersebut, fokus utama adalah jatuhnya siswi. Polisi tidak mempersoalkan laporan ITE, namun laporan jatuhnya siswi tetap diutamakan.

“Sepertinya pihak sekolah bingung untuk membuat laporan. Unsur pidana bisa saja muncul jika terbukti ada kelalaian,” ujar Sukirin.

Dia menyayangkan sekolah yang belum memberikan data nama korban. Berulang kali ditanya, sekolah maupun Tim Penanganan Khusus tidak menjawab. Padahal langkah ini sangat penting sebagai pendataan.

“Orang tua juga tidak ada laporan ke kami. Mungkin fokus ke penyembuhan anaknya dahulu,” kata Sukirin.

Ketua Tim Penanganan Khusus, Lesto Prabhancana mengatakan korban dilindungi undang-undang perlindungan anak (UUPA). Tidak ada kewajiban melapor atas kejadian tersebut.

Pihaknya tengah fokus pada pelaporan ITE. Mengejar pengunggah video insiden jatuhnya siswi tersebut. Saat ini tengah fokus pada penyembuhan siswi. Sehingga tidak dimungkinan melakukan pelaporan peristiwa.

“Memang fokus pelaporannya ITE. Kalau peristiwa siswi jatuh, kenapa harus dilaporkan? Kalau melaporkan maka melihat UUPA. Tunggu korban sembuh dulu baru ditanyai, didampingi KPAI dan psikolog,” kata Lesto. (dwi/iwa/fj/mg3)