SLEMAN – Pertemuan PSS Sleman dan Kalteng Putra tidak hanya pertarungan dua striker Cristian Gonzales dan Kushedya Hari Yudo. Saat kedua pemain tersebut mendapat penjagaan ketat, para pemain alternatif dari second line akan tampil menjadi pembeda.

Pada leg pertama di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya Minggu (25/11) keduanya gagal bertemu dikarenakan Yudo, harus absen akibat akumulasi kartu yang diterima.

Kehadiran Gonzales dan Yudo tentunya akan menjadi perhatian serius dari para bek. Kemungkinan dua predator tersebut tidak banyak mendapat ruang untuk bergerak. Nah, di saat para striker utama kedua tim di matikan, sejumlah nama diprediksi akan muncul dan siap menjadi masalah.

Di kubu Kalteng Putra, PSS Sleman harus mengantisipasi keberadaan Ugiek Sugianto. Sebab, eks striker Persiba Bantul ini kerap menjadi masalah bagi Super Elang Jawa. Masih lekat dalam ingatan, bagaimana pemain berusia 37 tahun tersebut menggalkan mimpi PSS Sleman untuk menjadi juara di ajang final ISC B 2016. Kala itu, dua golnya ke gawang PSS Sleman, melengkapi kemenangan dramatis PSCS atas PSS Sleman sekaligus memupuskan harapan menjadi jawara di ajang ISC B.

Ugiek menyatakan sudah tidak asing dengan suasana di Sleman. Delapan tahun bersama Persiba Bantul, membuat pria kelahiran Malang, ini cukup akrab dengan tekanan yang diterima di Stadion Maguwoharjo. ”Saat di Persiba dan PSCS saya cukup sering bermain di Maguwoharjo. Jadi cukup paham atmosfirnya,” jelas Ugiek.

Di kubu PSS Sleman nama Ichsan Pratama adalah pemain kunci yang wajib diwaspadai anak-anak Laskar Iseng Mulang. Meski rekor golnya tak sebanyak Gonzales, namun mantan gelandang PSPS Pekan Baru menjadi motor serangan bagi PSS Sleman. Ichsan kerap terlibat dalam sejumlah gol yang diciptakan oleh Super Elja. Selain itu, sejumlah assits kerap dia ciptakan untuk gol Christian Gonzales. (bhn/din/by/mg3)