MAGELANG – Keinginan masyarakat beberapa RW di Kelurahan Cacaban untuk memperoleh akses jalan pintas menuju Sungai Bangkong di kawasan Taman Kyai Langgeng (TKL), bakal dikonsultasikan dulu. Menurut Direktur Perusahaan Daerah Objek Wisata (PDOW) TKL Edy Susanto Purnomo, pihaknya tidak bisa memutuskan sendiri masalah ini. Selain harus melibatkan Pemkot Magelang selaku “pemilik” PDOW, juga harus “taren” dengan pihak investor.

“Tentu kami harus ajak bicara calon investor itu. Bagaimana pun kami harus mengikuti keinginan mereka dari masalah lokasi hingga keamanan. Yang jelas, soal pagar pembatas dengan lingkungan warga itu terkait masalah keamanan,” katanya Senin (26/11)

Dijelaskan lebih jauh, penutupan akses jalan warga ke Sungai Bangkong tidak lepas dari saran Komisi B DPRD Kota Magelang selaku mitra, agar lahan yang kosong di TKL dikembangkan. Sehingga akhirnya muncul investor yang siap membangun wahana Air Niagara di lahan yang selama ini hanya ditanami pohon jati itu. Calon investor dari Jakarta ini meminta jaminan keamanan terhadap wahana yang dia bangun, sekaligus kemungkinan “mbludusnya” pengunjung.

“Sehingga kami perlu memasang pagar, yang dampaknya akses jalan tertutup. Lahan yang digunakan sebelumnya merupakan arena kendaraan ATV, sebelum akhirnya alat itu juga rusak,” tuturnya.

TKL tidak ingin mengambil risiko terkait keamanan. Apalagi, mencari investor untuk berinvestasi di Taman Kyai Langgeng dianggapnya tidak mudah. Sehingga, ketika ada investor yang siap meramaikan usaha di dalam taman, pihaknya sangat menyambut baik.

“Segera kami adakan diskusi dengan calon investor tersebut, tentu juga bersama dengan dewan pengawas. Keputusannya nanti akan dibuatkan pintu atau seperti apa kami menunggu hasil diskusi tersebut. Kalau soal petugas keamanan, kami siap,” jelasnya.

Edy menyebutkan, calon investor itu tertarik membuat wahana Air Niagara. Lokasi yang tepat berada di sisi barat agak ke utara yang juga dekat dengan hutan jati. Investor, katanya tertarik di lokasi ini, apalagi terdapat sungai kecil yang pas untuk wahana air.

“Selain itu, di area sekitar hutan jati juga akan kami buat mini zoo yang menghadirkan koleksi sejumlah hewan yang bisa berinteraksi dengan pengunjung. Seperti rusa dan aneka jenis burung yang diharap makin meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Demokrat yang juga anggota Komisi B DPRD Kota Magelang Waluyo meminta pengelola PDOW TKL bisa memutuskan sendiri solusi atas masalah pagar pembatas ini. Direktur tidak harus melemparkan masalah ini ke pimpinan, baik dewan pengawas maupun wali kota.

“Direktur yang memutuskan sendiri solusi atas masalah ini bisa kok. Tidak perlu sampai ke dewan pengawas atau bahkan wali kota. Bagaimanapun caranya silakan, yang penting masalah ini segera selesai dan tidak lagi jadi polemik,” tegasnya.

Terpisah Ketua Komisi B DPRD Kota Magelang Nella Karnella Yunitasari menyatakan pihaknya akan segera mempertemukan warga dengan pihak TKL, termasuk pihak ketiga atau investor. Diagendakan pertemuan berlangsung setelah 2 Desember. Hal itu sebagai tindak lanjut surat dari warga RW 9-10 Kelurahan Cacaban yang berisi keberatan dengan pembuatan pagar pembatas oleh PDOW TKL itu. (dem/laz/er/mg3)