Sekretaris Komisi D DPRD DIY Suwardi kembali mengajak anak muda di DIY mengembangkan potensi dirinya. Pelatihan Kepribadian Generasi Muda Socioentrepreneur yang diinisiasi Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY dinilai bisa menjadi alternatif. Khususnya dalam menyiapkan kalangan muda menjadi entrepreneur yang andal.

“Pelatihan Socioentrepeneur memberikan ruang para pemuda seluas-luasnya. Peserta pelatihan bisa berbagai pengalaman dengan narasumber,” ungkap Suwardi di sela pelatihan Socioentrepreneur di Arya Homestay Mangunan, Dlingo, Bantul, Senin (26/11).

Kepada peserta pelatihan, Suwardi mewanti-want agar menangkap peluang tersebut. Alasannya, tidak setiap kesempatan pelatihan socioentrepeneur itu berlangsung. Apalagi dalam kegiatan itu mendatangkan sejumlah praktisi.
Khususnya wirausaha muda yang sukses membuka usaha. “Manfaatkan dan kembangkan potensi saudara-saudara,” ajaknya.

Dipilihnya pemuda sebagai sasaran pelatihan karena anak muda menjadi penggerak setiap perubahan. Mereka perlu mendapatkan perhatian dan motivasi agar tertarik menjadi wirausaha.

Suhardi dari BPO Disdikpora DIY hadir sebagai salah satu narasumber. Dia menerangkan, tugas instansinya di bidang kepemudaan dan olahraga. Ada beberapa kegiatan kepemudaan yang dijalankan BPO.

Di antaranya, pelatihan pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) DIY, pelatihan keterampilan bagi pemuda dan pembinaan inovasi bisnis. Lalu lomba inovasi bisnis, jambore pemuda DIY, bakti sosial pemuda DIY dan pelatihan pemuda relawan tanggap bencana.

“Socioentrepreneur ini merupakan bagian dari pelatihan keterampilan bagi pemuda,” terang dia. Sedangkan kegiatan keolahragaan meliputi pembinaan atlet berbakat, pusat pendidikan dan latihan pelajar (PPLP), Tri Lomba Juang dan Pekan Olahraga Pelajar DIY. Khusus kegiatan di bidang kepemudaan, Suhardi berharap masyarakat bisa mengakses semua kegiatan tersebut.

BPO memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para pemuda mengikuti semua kegiatan kepemudaan maupun keolahragaan. “Pelatihan socioentrepreneur merupakan salah satu upaya BPO mendorong para pemuda menjadi wirausaha,” katanya.

Praktisi yang dihadirkan dalam acara tersebut adalah Muhammad Asrofi. Dia memotivasi peserta agar tidak ragu-ragu memulai usaha. “Semua harus diawali dengan niat dan tekad yang kuat,” ujar Asrofi. (kus/by/mg3)