BANTUL – Kabupaten Bantul akhirnya memiliki public safety center (PSC) 119. Senin (26/11) lembaga baru yang terletak di Dogaran, Palbapang, Bantul, itu diresmikan. Lembaga baru yang berada di bawah Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul ini bertujuan untuk meminimalisasi angka kematian dan mencegah kecacatan. Sebab, PSC 119 menangani beragam gawat darurat.

Kepala Dinkes Bantul Maya Sintowati Pandji mengatakan, PSC 119 tidak hanya menangani gawat darurat medik. Lebih dari itu, juga berbagai gawat darurat di masyarakat. Seperti kasus kebakaran.

”Ini penanganan gawat darurat pra rumah sakit,” jelas Maya di sela peresmian PSC 119.

Menurutnya, PSC 119 tidak hanya stand by 24 jam. Melainkan juga beroperasi setiap hari. Tujuannya agar personel PSC dapat memberikan penanganan awal dengan maksimal. Saat tim medis belum datang. Yang menarik, penanganan tidak melihat asal usul korban. Melainkan lokasi kejadian.

”PSC memiliki call center, 119 atau (0274) 2811119 ,” ucapnya.

Keunggulan PSC lainnya, Maya menyebut ada beberapa. Di antaranya response time. Menurutnya, penanganan kegawat daruratan bakal lebih cepat. Sebab, penanganan kegawat daruratan seperti kecelakaan tidak hanya ditangani Palang Merah Indonesia seperti selama ini. Melainkan ditangani seluruh jaringan PSC. Artinya, jaringan PSC bakal menangani kegawat daruratan yang terjadi di sekitarnya.

Nah, PSC mengandalkan aplikasi sistem penanggulangan gawat darurat publik (SIGAP). Aplikasi ini terhubung ke puskesmas dan beberapa rumah sakit di Kabupaten Bantul.

”Sehingga mampu memonitoring dan memberikan pelayanan dengan cepat,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Plt Sekretaris Daerah Bantul Totok Sudarto meminta aplikasi SIGAP segera disosialisasikan kepada masyarakat. Agar seluruh warga mengetahui keberadaan dan fungsi PSC 119.

”Ini juga sekaligus untuk meminimalisasi angka kecacatan dan kematian,” katanya. (cr6/zam/fj/mg3)